Kabar kurang menyenangkan datang dari dunia balap motor internasional setelah perhelatan MotoGP Belanda 2026. Pedro Acosta, pebalap andalan Red Bull KTM Factory Racing, dipastikan harus segera naik meja operasi akibat cedera pada tangan kanannya.
Keputusan medis ini diambil setelah Acosta mengalami kendala fisik yang cukup serius saat memacu motornya di Sirkuit TT Assen. Insiden tersebut membuatnya gagal meraih hasil maksimal dalam persaingan ketat di papan atas.
Kronologi Masalah di Lintasan Assen
Awalnya, penonton menduga motor KTM milik Acosta mengalami kendala teknis saat ia terlihat melambat secara mendadak. Padahal, saat itu ia tengah terlibat duel sengit memperebutkan posisi keempat bersama Marc Marquez dan Francesco Bagnaia.
Kamera televisi menangkap momen ketika pebalap asal Spanyol ini berulang kali menggoyangkan lengan kanannya seolah menahan rasa sakit. Selepas balapan berakhir, Acosta akhirnya memberikan penjelasan detail mengenai apa yang sebenarnya terjadi di lintasan.
Ia mengungkapkan bahwa dirinya kehilangan sensasi rasa pada tiga jarinya akibat gangguan syaraf yang sudah diderita selama setahun terakhir. Intensitas gangguan tersebut bervariasi tergantung pada karakter sirkuit yang ia hadapi di setiap seri balapan.
Detail gangguan kesehatan yang dialami Pedro Acosta:
- Menderita carpal tunnel syndrome pada pergelangan tangan kanan selama satu tahun terakhir.
- Mengalami mati rasa total pada tiga jari tangan saat balapan berlangsung.
- Kesulitan merasakan posisi tuas rem akibat hilangnya sensitivitas saraf.
- Kondisi memburuk secara signifikan mulai lap ketiga sesi balapan utama.
Rangkaian gejala tersebut sangat mengganggu performanya karena ia tidak bisa mengontrol pengereman dengan akurat. Hal ini bahkan hampir memicu tabrakan fatal dengan Marc Marquez di Tikungan 1 akibat pengereman yang tidak stabil.
Mengenal Cedera Carpal Tunnel Syndrome
Acosta memberikan klarifikasi penting bahwa masalah medis yang ia alami bukanlah arm pump yang lazim menyerang pebalap. Ia menegaskan bahwa diagnosis dokter merujuk pada carpal tunnel syndrome di bagian pergelangan tangan.
Penyakit ini terjadi karena adanya tekanan berlebih pada saraf median di area pergelangan tangan. Kondisi ini memicu gejala mati rasa, kesemutan, hingga hilangnya kekuatan genggaman yang sangat krusial bagi seorang pebalap profesional.
| Jenis Masalah | Detail Kondisi |
|---|---|
| Diagnosis Medis | Carpal Tunnel Syndrome (Saraf Terjepit) |
| Lokasi Cedera | Pergelangan Tangan Kanan |
| Jadwal Operasi | Selasa Pekan Ini |
| Target Kembali | MotoGP Jerman (Sachsenring) |
Tabel di atas merangkum rencana medis yang akan dijalani oleh sang pebalap untuk memulihkan kondisi fisiknya. Penanganan cepat sangat diperlukan agar ia bisa segera kembali kompetitif di sisa musim 2026.
Ambisi Tampil di MotoGP Jerman
Operasi dijadwalkan berlangsung pada hari Selasa dengan harapan masa pemulihan bisa berjalan singkat. Acosta memutuskan untuk mempercepat jadwal bedah yang semula direncanakan baru akan dilakukan setelah seri Jerman berakhir.
Meskipun baru saja menjalani tindakan medis, pebalap berusia 22 tahun ini tetap menunjukkan optimisme tinggi. Ia menargetkan untuk tetap turun di Sachsenring, Jerman, yang dijadwalkan berlangsung dalam dua pekan ke depan.
Performa Acosta belakangan ini memang sedang menurun dengan hanya mengantongi satu poin dari dua seri terakhir. Kesuksesan operasi ini menjadi kunci utama bagi Acosta untuk memperbaiki posisinya di klasemen sementara MotoGP 2026.