Umuh Muchtar Beri Pesan Menohok ke Manajemen Persib 2026: Jangan Merasa Paling Punya!

Umuh Muchtar Beri Pesan Menohok ke Manajemen Persib 2026: Jangan Merasa Paling Punya!

Menjelang kompetisi musim 2026/2027, Persib Bandung tidak hanya menjadi pusat perhatian karena pergerakan di bursa transfer pemain. Kabar mengejutkan justru datang dari internal klub terkait hubungan di jajaran manajemen.

Komisaris Persib Bandung, Umuh Muchtar, memberikan peringatan yang sangat tegas bagi sejumlah wajah baru di jajaran manajemen klub. Sosok berusia 78 tahun tersebut meminta agar siapa pun yang diberi mandat mengelola klub tidak bersikap arogan.

Peringatan Keras Umuh Muchtar untuk Manajemen Baru

Umuh menekankan bahwa setiap individu yang saat ini berada di lingkaran manajemen tidak boleh merasa menjadi pihak yang paling berkuasa. Ia mengingatkan bahwa kejayaan Maung Bandung adalah hasil perjuangan kolektif banyak orang selama bertahun-tahun.

Tokoh yang akrab disapa Pak Haji ini menegaskan bahwa amanah yang diberikan, termasuk mandat dari CEO PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Glenn Sugita, harus dijalankan dengan sikap rendah hati. Menghargai sejarah dan jasa para pendahulu merupakan hal mutlak yang ia tuntut.

Pernyataan ini terlontar setelah agenda perkenalan dua pemain anyar Persib yang berlangsung di Grey Art Braga, Bandung. Nada bicaranya yang lugas dan tegas seketika menjadi sorotan publik sepak bola nasional.

Umuh mengaku telah menyerahkan banyak hal, termasuk pengorbanan materi dan waktu, demi kemajuan Persib selama puluhan tahun. Ia tidak ingin melihat ada pendatang baru yang seolah-olah bertindak sebagai pemilik tunggal klub.

Berikut adalah poin-poin peringatan yang disampaikan oleh Umuh Muchtar kepada internal klub:

  • Larangan keras untuk merasa menjadi pihak yang paling memiliki atau berada di garda terdepan tanpa menghormati struktur yang ada.
  • Permintaan agar manajemen baru tidak menyakiti hati para tokoh senior yang telah lama berkorban.
  • Peringatan untuk selalu menjaga perasaan Bobotoh sebagai pendukung setia klub.
  • Pentingnya perkenalan dan koordinasi yang jelas bagi setiap personel baru di lingkungan PT PBB.

Umuh membeberkan bahwa hingga saat ini masih ada beberapa staf baru di lingkungan PT Persib Bandung Bermartabat yang belum dikenalkan kepadanya secara resmi. Baginya, pondasi utama dalam mengelola organisasi sebesar Persib adalah komunikasi yang intens dan rasa saling menghargai.

Transparansi dan Peran Penting Bobotoh

Ia sangat berharap manajemen mampu menjalin komunikasi yang lebih sehat dengan semua elemen yang ada di dalam klub. Suasana kerja yang harmonis diyakini akan menjadi kunci agar Persib bisa terus bersaing di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

Ketegasan Umuh tidak berhenti sampai di situ, ia memastikan dirinya akan terus memantau kinerja orang-orang di dalam manajemen. Jika ditemukan pihak yang tidak berkontribusi positif, ia tidak segan untuk mengambil tindakan tegas.

Umuh menegaskan tidak akan tinggal diam dan siap mengambil langkah untuk menyingkirkan oknum-oknum yang dinilai tidak memberikan dampak nyata bagi tim. Meski demikian, ia belum merinci siapa saja sosok yang dimaksud dalam sindiran pedasnya tersebut.

Di balik peringatannya, Umuh menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada awak media serta para Bobotoh. Ia menyadari sepenuhnya bahwa nama besar Persib saat ini tidak lepas dari dukungan masif para suporter setianya.

Ringkasan pandangan Umuh Muchtar mengenai ekosistem Persib Bandung dapat dilihat dalam tabel berikut:

Elemen Klub Peran Menurut Umuh Muchtar
Manajemen Pelaksana amanah yang harus mengedepankan komunikasi dan sikap rendah hati.
Pemegang Saham Salah satu penggerak klub, namun bukan satu-satunya faktor penentu kesuksesan.
Bobotoh & Media Pihak krusial yang berperan membesarkan nama Persib di kancah nasional.
Tokoh Senior Penjaga nilai-nilai sejarah dan budaya yang telah berkorban demi eksistensi klub.

Tabel di atas menunjukkan bahwa keberhasilan Maung Bandung merupakan sinergi dari berbagai pihak yang bekerja bersama. Umuh menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa memajukan Persib adalah gerakan kolektif, bukan hanya dominasi pihak tertentu yang memiliki saham.

Persib sendiri saat ini sedang bersiap memasuki era baru bersama pelatih Igor Tolic dengan jadwal latihan perdana yang sudah diatur. Selain itu, dinamika transfer tetap berjalan dengan kabar kontrak jangka panjang untuk pemain seperti Ragnar Oratmangoen dan Sandy Walsh.

Artikel terkait