Lionel Messi akhirnya harus menghentikan catatan impresifnya dalam mencetak gol pada ajang Piala Dunia 2026. Momen tersebut terjadi saat tim nasional Argentina berhadapan dengan Swiss di babak perempat final.
Meski tidak mencatatkan namanya di papan skor, sang kapten tetap berperan penting membawa Argentina menang dengan skor 3-1. Kemenangan di Stadion Kansas City pada Minggu, 12 Juli 2026 tersebut memastikan satu tiket semifinal bagi Tim Tango.
Pada babak empat besar nanti, Argentina dijadwalkan akan bertemu dengan musuh bebuyutan mereka, Inggris. Pertandingan ini diprediksi akan menjadi duel panas mengingat sejarah panjang pertemuan kedua negara di kancah internasional.
Statistik dan Rating Messi yang Menurun
Berdasarkan data yang dihimpun dari Opta, keran gol Lionel Messi akhirnya tersumbat di babak ini. Sebelumnya, pemain berjuluk La Pulga tersebut tidak pernah absen membobol gawang lawan sejak fase grup Piala Dunia 2026 dimulai.
Bahkan, catatan gol Messi sebenarnya sudah bertahan sangat lama, yakni di sembilan laga beruntun jika dihitung sejak edisi Piala Dunia 2022 lalu. Namun, performanya saat melawan Swiss dianggap mengalami penurunan secara statistik.
Dalam laga tersebut, Messi hanya mendapatkan rating sebesar 7,79. Angka ini merupakan yang terendah bagi Messi selama kompetisi berlangsung, mengingat pada laga-laga sebelumnya ia selalu konsisten meraih rating di atas angka 8.
Lini pertahanan Swiss memang layak mendapatkan apresiasi karena mampu membatasi ruang gerak sang megabintang. Hal ini terbukti dari minimnya jumlah tembakan yang dilepaskan Messi sepanjang pertandingan berlangsung.
Rincian performa individu Lionel Messi pada laga kontra Swiss semalam:
- Total Tembakan: Tercatat hanya melakukan 4 kali percobaan sepanjang laga.
- Tembakan Tepat Sasaran: Dari total peluang tersebut, hanya 1 tendangan yang mengarah ke gawang.
- Ekspektasi Gol (xG): Nilai ancamannya tergolong sangat kecil, yaitu hanya berada di angka 0,15.
- Umpan Kunci: Berhasil menciptakan 6 umpan yang berpeluang menjadi gol bagi rekan setimnya.
- Expected Assist (xA): Kontribusinya dalam membangun peluang mencapai angka 0,70.
Meskipun performanya dianggap menurun dibandingkan standar tingginya, Messi tetap memberikan kontribusi nyata. Ia berhasil mencatatkan satu assist penting yang dikonversi menjadi gol oleh Alexis Mac Allister.
Peran Baru Messi di Tengah Kebuntuan
Melansir laporan dari SofaScore, ada fenomena menarik yang dilakukan Messi ketika barisan pertahanan Swiss bermain sangat rapat. Ia tidak memaksakan diri berada di depan, melainkan memilih untuk turun lebih jauh ke area tengah.
Dengan posisi yang lebih mundur, Messi justru lebih bebas dalam mengkreasikan peluang bagi pemain Argentina lainnya. Ia tercatat sebagai pemain dengan jumlah umpan kunci terbanyak dibandingkan pemain lain yang berada di lapangan.
Selain itu, Messi juga cukup aktif melepaskan umpan silang dengan tingkat keberhasilan 5 dari 11 percobaan. Pergerakan tanpa bolanya pun masih sangat merepotkan dan memberikan pengaruh besar pada struktur pertahanan lawan.
Statistik menunjukkan bahwa Messi memenangkan delapan duel individu serta melakukan dua tekel sukses untuk merebut bola. Ia juga sangat aktif menggiring bola dengan total jarak tempuh mencapai 412,6 meter sepanjang laga.
Dari jarak giringan tersebut, sejauh 270,5 meter di antaranya dilakukan untuk memajukan permainan tim ke depan. Kemampuannya dalam menarik blok pertahanan lawan inilah yang sering kali menciptakan ruang kosong bagi pemain Argentina lainnya.
Hal ini membuktikan bahwa seburuk-buruknya performa Messi secara statistik rating, ia tetaplah sosok yang sangat berbahaya. Kehadirannya di lapangan memberikan dimensi permainan yang berbeda bagi skuat asuhan Lionel Scaloni tersebut.
Jadwal Pertandingan Semifinal
Berikut adalah jadwal lengkap pertandingan babak semifinal Piala Dunia 2026 yang akan segera bergulir:
| Pertandingan | Tanggal | Waktu (WIB) |
|---|---|---|
| Prancis vs Spanyol | 15 Juli 2026 | 02:00 |
| Inggris vs Argentina | 16 Juli 2026 | 02:00 |
Kedua pertandingan di atas akan menentukan siapa dua tim terbaik yang berhak memperebutkan trofi paling bergengsi di dunia. Fokus kini tertuju pada duel klasik antara Inggris melawan Argentina yang dipastikan menyita perhatian publik sepak bola global.