Unggahan media sosial Chelsea sesaat setelah final Liga Champions berakhir mendadak jadi buah bibir. Banyak pihak menilai klub asal London Barat itu sengaja menyindir Arsenal yang baru saja gagal membawa pulang trofi bergengsi tersebut.
Dalam laga final yang digelar di Budapest, Hungaria, Minggu (31/5/2026) dini hari WIB, Arsenal harus mengubur mimpi meraih gelar juara untuk pertama kalinya. Tim besutan Mikel Arteta kalah dari Paris Saint-Germain (PSG) melalui drama adu penalti yang dramatis.
Arsenal sebenarnya sempat memimpin lebih dulu melalui gol dari Kai Havertz. Namun, PSG berhasil bangkit hingga memaksa laga berlanjut ke babak tos-tosan yang akhirnya memenangkan wakil Prancis tersebut.
Kegagalan Gabriel Magalhaes dalam mengeksekusi penalti menjadi penentu kekalahan The Gunners. Tendangannya yang melambung memastikan PSG sukses mempertahankan takhta juara Liga Champions mereka.
Unggahan Chelsea yang Mengundang Kontroversi
Tepat setelah laga usai, akun media sosial Chelsea mempromosikan tur Stadion Stamford Bridge. Namun, pilihan foto dalam unggahan tersebut dianggap bukan sekadar promosi biasa oleh para netizen.
Chelsea menampilkan foto trofi Liga Champions dan Piala Dunia Antarklub dengan tulisan besar bertajuk "Pride of London". Unggahan ini langsung memicu reaksi keras karena dianggap menyentil kegagalan Arsenal.
Perbandingan pencapaian kedua klub London ini memang sering menjadi bahan perdebatan:
- Chelsea sudah mengoleksi dua gelar juara Liga Champions sepanjang sejarah klub mereka.
- Arsenal hingga saat ini belum pernah sekalipun menjadi kampiun meski telah dua kali menembus babak final.
Statistik tersebut membuat unggahan Chelsea terasa seperti sindiran halus terhadap status "kebanggaan London" yang mereka klaim. Para pendukung kedua tim pun langsung memadati kolom komentar untuk saling beradu argumen.
Tanggapan Chelsea Terkait Viralitas Unggahan
Melihat keramaian yang terjadi, pihak Chelsea akhirnya memberikan respons tambahan. Alih-alih memberikan klarifikasi serius, The Blues justru menanggapi situasi tersebut dengan nada yang cukup santai.
"Kami mungkin pantas mendapatkan kartu merah atas unggahan sebelumnya! Namun secara serius, selamat kepada Arsenal atas gelar Premier League dan perjalanan luar biasa mereka di Liga Champions," tulis Chelsea dalam unggahan terbarunya.
Klub juga menambahkan bahwa mereka sudah tidak sabar untuk kembali bersaing dengan rival sekotanya itu pada musim depan. Respons ini justru semakin memancing beragam reaksi dari warganet yang haus akan rivalitas.
Sebagian orang merasa Chelsea secara halus mengakui bahwa mereka memang sengaja menggoda Arsenal. Sementara yang lain menganggap hal tersebut adalah bumbu menarik dalam persaingan klub-klub papan atas London.
Membangun Era Baru Bersama Xabi Alonso
Terlepas dari keriuhan di media sosial, manajemen Chelsea kini mulai mengalihkan fokus penuh ke musim depan. Mereka baru saja resmi menunjuk Xabi Alonso sebagai manajer permanen untuk memimpin skuat.
Langkah ini diambil setelah klub melewati musim yang penuh dengan dinamika dan pasang surut performa. Kehadiran Alonso diharapkan mampu mengembalikan identitas permainan dan mentalitas juara The Blues.
Target utama mereka tentu saja kembali bersaing di papan atas klasemen Liga Inggris dan kompetisi Eropa. Chelsea ingin membuktikan bahwa trofi Liga Champions yang mereka pamerkan bukan sekadar kenangan masa lalu.
Kini, publik menunggu apakah tangan dingin Xabi Alonso bisa membawa Chelsea meraih kejayaan lagi. Persaingan dengan Arsenal di musim mendatang diprediksi akan semakin memanas setelah insiden saling sindir ini.