Gelandang andalan sekaligus kapten Arsenal, Declan Rice, memberikan pembelaan bagi rekan setimnya pasca kekalahan menyakitkan di final Liga Champions. Ia menegaskan tidak ada ruang bagi sikap saling menyalahkan di dalam skuad Meriam London.
Arsenal harus merelakan gelar juara setelah tunduk dari Paris Saint-Germain melalui drama adu penalti di Puskas Arena, Budapest. Pertandingan yang berlangsung pada Sabtu (30/5/2026) tersebut berakhir imbang 1-1 hingga babak tambahan waktu selesai.
The Gunners sebenarnya sempat memimpin lebih dulu berkat gol kilat Kai Havertz saat laga baru berjalan lima menit. Namun, keunggulan tersebut sirna setelah Ousmane Dembele menyamakan kedudukan melalui titik putih pada menit ke-64.
Kegagalan di Babak Adu Penalti
Memasuki babak adu penalti, ketegangan memuncak saat PSG berhasil mengonversi hampir semua tendangan mereka menjadi gol. Hanya Nuno Mendes yang gagal menjalankan tugasnya sebagai eksekutor dari kubu Les Parisiens.
Di sisi lain, Arsenal harus menelan pil pahit setelah dua penendang mereka gagal menyarangkan bola ke dalam gawang. Kegagalan eksekusi dari Eberechi Eze dan Gabriel Magalhaes memastikan kemenangan PSG dengan skor akhir 5-4.
Kekalahan ini tentu meninggalkan luka mendalam bagi seluruh penggawa Arsenal, terutama bagi Eze dan Gabriel. Declan Rice mengungkapkan bahwa kedua pemain tersebut merasa sangat terpukul atas hasil yang menimpa tim mereka.
Berikut adalah rangkuman jalannya pertandingan final Liga Champions 2026 antara PSG vs Arsenal:
- Gol Menit Awal: Kai Havertz membawa Arsenal unggul pada menit ke-5.
- Balasan PSG: Ousmane Dembele menyamakan skor lewat penalti di menit ke-64.
- Skor Akhir 120 Menit: Pertandingan bertahan dengan skor kuat 1-1 hingga perpanjangan waktu.
- Hasil Adu Penalti: PSG menang 5-4 setelah dua pemain Arsenal gagal mengeksekusi penalti.
- Eksekutor Arsenal yang Gagal: Eberechi Eze dan Gabriel Magalhaes.
- Eksekutor PSG yang Gagal: Nuno Mendes.
Daftar di atas memperlihatkan betapa tipisnya perbedaan antara kemenangan dan kekalahan dalam laga krusial sekelas final Eropa.
Dukungan Penuh Sang Kapten
Rice menceritakan bahwa para pemain Arsenal lainnya segera bergerak untuk memberikan dukungan moral kepada Eze dan Gabriel. Baginya, kegagalan dalam adu penalti adalah risiko profesional yang bisa menimpa siapa saja tanpa terkecuali.
Ia menekankan bahwa sangat tidak adil jika beban kekalahan ini hanya ditimpakan kepada dua orang saja. Rice mengingatkan semua pihak bahwa tanpa kontribusi Eze dan Gabriel, Arsenal mustahil bisa meraih gelar Liga Inggris musim ini.
"Mereka sangat terpukul. Menghadapi kegagalan penalti di final Liga Champions bukanlah hal yang mudah, namun kami semua mencintai dan mendukung mereka," ujar Rice seperti dilansir dari laman resmi UEFA.
Rice juga menambahkan bahwa sejarah sepak bola mencatat banyak pemain besar yang pernah mengalami hal serupa di laga final. Ia yakin timnya akan bangkit bersama dari pengalaman pahit di Budapest tersebut.
Ringkasan fakta pertandingan final Liga Champions 2026:
| Detail Pertandingan | Informasi |
|---|---|
| Lokasi Pertandingan | Puskas Arena, Budapest |
| Waktu Pertandingan | Sabtu, 30 Mei 2026 |
| Skor Normal (120 Menit) | 1 - 1 |
| Hasil Adu Penalti | 5 - 4 untuk kemenangan PSG |
| Pencetak Gol Arsenal | Kai Havertz (5') |
| Pencetak Gol PSG | Ousmane Dembele (64' - Pen) |
Tabel ini menyajikan data singkat mengenai jalannya laga final yang berakhir dengan kemenangan dramatis bagi tim asal Prancis tersebut.
Manajer Arsenal, Mikel Arteta, sebelumnya juga sempat berpesan agar timnya belajar menerima rasa sakit dari kekalahan ini. Semangat kebersamaan yang ditunjukkan oleh Rice diharapkan mampu mempercepat proses pemulihan mental para pemain.
Meskipun gagal mengawinkan gelar Liga Inggris dengan Liga Champions, pencapaian Arsenal musim ini tetap dianggap sebagai progres luar biasa. Fokus tim kini beralih untuk mempersiapkan diri menyongsong kompetisi di musim mendatang.