Sejumlah Pengurus Cabang (Pengcab) Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) di wilayah Sumatera Utara kini tengah menyuarakan desakan yang cukup serius. Mereka meminta tim caretaker POBSI Sumut untuk segera menyelenggarakan Musyawarah Provinsi (Musprov) dalam waktu dekat.
Langkah ini dinilai sangat mendesak mengingat masa jabatan kepengurusan tingkat provinsi sebelumnya telah resmi berakhir. Kepastian mengenai status transisi ini juga telah diperkuat melalui surat keputusan penunjukan caretaker yang diterbitkan oleh PB POBSI.
Urgensi Persiapan Porprovsu 2026
Ketua Pengcab POBSI Labuhanbatu Selatan, Dian Syahputra Harahap, memberikan penjelasan mendalam mengenai alasan di balik tuntutan percepatan Musprov tersebut. Menurutnya, agenda besar Pekan Olahraga Provinsi Sumatera Utara (Porprovsu) menjadi faktor penentu utama yang tidak bisa ditunda lagi.
Rencananya, ajang olahraga bergengsi tingkat regional tersebut akan segera dilangsungkan pada bulan November 2026 mendatang. Oleh karena itu, persiapan matang di level organisasi harus segera dituntaskan agar tidak mengganggu fokus para atlet.
Berikut adalah poin-poin krusial yang mendasari desakan penyelenggaraan Musprov secepatnya:
- Menjamin kelancaran tahapan persiapan teknis bagi seluruh atlet di bawah naungan Pengcab menuju Porprovsu 2026.
- Memastikan roda organisasi di tingkat provinsi dan kabupaten/kota dapat berjalan secara selaras atau paralel.
- Memberikan kepastian hukum bagi kepengurusan definitif agar memiliki wewenang penuh dalam menjalankan program kerja.
- Menghindari adanya hambatan administratif yang berpotensi mengganggu pendanaan atau fasilitas bagi cabang olahraga biliar.
Dian Syahputra menegaskan bahwa tugas utama dari seorang caretaker adalah memfasilitasi transisi kepemimpinan. Hal ini harus segera diwujudkan agar organisasi tidak berada dalam kekosongan kekuasaan terlalu lama.
Peran Vital Kepengurusan Definitif
Senada dengan pendapat Dian, Ketua Pengcab POBSI Tapanuli Selatan, Oni Yuspan Siregar, turut memberikan pernyataannya mengenai situasi terkini. Ia menekankan bahwa keberadaan pengurus definitif sangat krusial bagi keberlangsungan organisasi biliar di Sumatera Utara.
Ia menjelaskan bahwa keputusan-keputusan yang bersifat strategis hanya bisa diambil oleh pengurus yang sah secara tetap. Keputusan strategis tersebut sangat dibutuhkan, terutama dalam merancang kerangka kerja persiapan menghadapi Porprovsu mendatang.
Berikut adalah ringkasan mengenai status kepengurusan POBSI Sumatera Utara saat ini dan target yang diharapkan oleh para pengurus cabang:
| Aspek Organisasi | Status Saat Ini | Harapan Pengcab |
|---|---|---|
| Status Kepemimpinan | Caretaker (Transisi) | Kepengurusan Definitif |
| Agenda Terdekat | Persiapan Porprovsu | Pelaksanaan Musprov |
| Waktu Pelaksanaan | Mei 2026 | Secepatnya (Sebelum November) |
| Fokus Utama | Transisi Organisasi | Keputusan Strategis & Prestasi |
Oni Yuspan Siregar menyatakan optimisme yang tinggi terhadap tim caretaker yang telah ditunjuk oleh PB POBSI. Ia yakin tim tersebut mampu bekerja secara profesional dan cepat untuk merealisasikan pelaksanaan Musprov.
Lebih lanjut, ia meyakini bahwa seluruh Pengcab POBSI di wilayah Sumatera Utara memiliki visi dan misi yang seragam. Semua pihak menginginkan agar roda organisasi kembali normal sehingga program pembinaan atlet dapat berjalan tanpa kendala administratif.
Sebagai informasi tambahan, PB POBSI sebelumnya telah menunjuk Hidayat Batubara untuk menjalankan tugas sebagai caretaker. Penunjukan ini diharapkan menjadi solusi sementara sebelum terpilihnya ketua umum dan jajaran pengurus yang baru melalui mekanisme Musprov.
Diharapkan dengan terbentuknya struktur kepengurusan yang baru, prestasi biliar Sumatera Utara di kancah nasional dapat terus ditingkatkan. Momentum Porprovsu 2026 pun diharapkan menjadi titik awal bagi kebangkitan biliar di daerah tersebut.