Lexyndo Hakim secara resmi kembali dipercaya untuk menjabat sebagai Ketua Umum Pengprov Perbasi DKI Jakarta masa bakti 2026-2030. Keputusan ini diambil secara aklamasi dalam Musyawarah Daerah (Musda) yang berlangsung di Kantor Dispora DKI Jakarta, Jatinegara, pada Rabu (22/4/2026).
Ketua Pelaksana Musda, Arief Satria Kurniagung, mengonfirmasi bahwa Lexyndo menjadi calon tunggal dalam pemilihan tersebut. Dukungan penuh mengalir dari lima Pengurus Kota (Pengkot) serta satu Pengurus Kabupaten (Pengkab) di wilayah Jakarta.
Menjaga Kesinambungan dan Mandat Organisasi
Bagi Lexyndo, masa jabatan kedua ini merupakan sebuah tanggung jawab besar untuk melanjutkan program-program yang telah berjalan. Ia merasa tertantang untuk terus mendampingi perkembangan bakat-bakat muda basket di ibu kota melalui wadah federasi.
Ia mengapresiasi kerja keras para pengurus pada periode sebelumnya yang telah berhasil merealisasikan seluruh visi dan misi organisasi. Evaluasi tetap akan dilakukan guna menyempurnakan program kerja yang sudah tersusun demi kemajuan basket Jakarta.
Mantan Chef de Mission (CdM) Indonesia di SEA Games 2023 ini menekankan pentingnya kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Komunikasi intensif akan terus dibangun bersama Dispora, KONI, hingga klub-klub basket yang tersebar di Jakarta.
Berikut adalah beberapa pihak utama yang menjadi mitra sinergi Perbasi DKI Jakarta:
- Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DKI Jakarta sebagai fasilitator kebijakan pemerintah daerah.
- KONI DKI Jakarta untuk koordinasi pembinaan prestasi olahraga tingkat daerah.
- Seluruh klub basket di Jakarta sebagai garda terdepan pembinaan atlet sejak dini.
Langkah sinergis ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem basket yang lebih solid dan terintegrasi di masa depan. Fokus utama kepengurusan baru adalah memastikan kenyamanan atlet dalam berkompetisi agar potensi mereka tergali maksimal.
Fokus Pembinaan dan Kualitas Kompetisi
Lexyndo berpendapat bahwa menyelenggarakan turnamen bukanlah perkara yang sulit bagi komunitas basket di Jakarta. Namun, tantangan sesungguhnya terletak pada bagaimana menjaga konsistensi kualitas kompetisi tersebut secara berkelanjutan.
Ia berharap tidak ada persaingan internal yang merugikan, karena tujuan akhirnya adalah prestasi untuk Jakarta dan Indonesia. Pengembangan atlet harus dilakukan dengan suasana yang kondusif agar memberikan dampak positif bagi level nasional.
Rencana Pembangunan Fasilitas Khusus Basket
Salah satu terobosan besar yang sedang disiapkan adalah pembangunan lapangan basket khusus milik Perbasi DKI. Saat ini, tim sedang melakukan finalisasi terhadap beberapa usulan lahan yang telah masuk untuk lokasi pembangunan.
Lexyndo menyadari bahwa mayoritas fasilitas olahraga di Jakarta saat ini masih bersifat multifungsi atau digunakan bersama cabang olahraga lain. Hal ini membuat pemanfaatan gedung olahraga (GOR) untuk pemusatan latihan daerah (Pelatda) basket menjadi terbatas.
| Kategori Fokus | Rencana Program 2026-2030 |
|---|---|
| Infrastruktur | Pembangunan lapangan basket khusus untuk pusat latihan atlet Jakarta. |
| Kompetisi | Meningkatkan standarisasi dan kenyamanan atlet dalam setiap turnamen. |
| Sinergi | Memperkuat komunikasi dengan Dispora, KONI, dan klub-klub lokal. |
Tabel di atas merangkum poin-poin krusial yang akan menjadi prioritas Lexyndo Hakim beserta jajaran pengurusnya dalam empat tahun ke depan. Ia optimis niat baik ini akan memberikan manfaat luas bagi ekosistem basket di Jakarta.
Dukungan dari rekan-rekan pengurus menjadi modal utama bagi Lexyndo untuk mewujudkan fasilitas kebanggaan tersebut. Program ini diharapkan dapat mempercepat peningkatan prestasi basket Jakarta di kancah nasional maupun internasional.