Pengurus Provinsi Perbasi DKI Jakarta menetapkan sasaran yang sangat ambisius untuk menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 mendatang. Mereka menargetkan untuk membawa pulang seluruh medali emas dari cabang olahraga basket.
Target besar ini mencakup kemenangan di semua disiplin yang dipertandingkan, mulai dari kategori 5on5 hingga 3x3. Ketua Perbasi DKI Jakarta, Lexyndo Hakim, menyatakan optimisme ini didasari oleh tren prestasi positif yang diraih pada beberapa edisi sebelumnya.
Dominasi di Nomor 5on5 dan Tantangan di 3x3
DKI Jakarta memang dikenal memiliki tradisi kuat dalam disiplin basket 5on5 di level nasional. Tim putra sejauh ini telah membuktikan kualitasnya dengan mengamankan medali emas dalam dua penyelenggaraan PON terakhir secara berturut-turut.
Kondisi serupa juga terlihat pada sektor putri yang datang dengan status sebagai juara bertahan setelah sukses di PON 2024. Perbasi DKI bertekad menjaga konsistensi ini agar prestasi gemilang tersebut bisa terus berlanjut di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat.
Meski dominan di format konvensional, tantangan besar masih membayangi tim ibu kota pada disiplin basket 3x3. Pada edisi sebelumnya, DKI Jakarta belum berhasil membawa pulang medali dari nomor yang kini semakin populer tersebut.
Kala itu, medali emas sektor putra dikuasai oleh Jawa Timur, sementara kategori putri dimenangkan oleh kontingen Yogyakarta. Kegagalan tersebut menjadi motivasi tambahan bagi pengurus untuk melakukan evaluasi dan persiapan yang lebih matang.
Target perolehan medali emas Perbasi DKI Jakarta di PON 2028 adalah sebagai berikut:
- Basket 5on5 Putra: Mempertahankan gelar juara untuk meraih emas ketiga secara beruntun (three-peat).
- Basket 5on5 Putri: Mengincar kemenangan kedua berturut-turut (back-to-back) sebagai juara bertahan.
- Basket 3x3 Putra: Merebut medali emas pertama kalinya untuk melengkapi prestasi tim.
- Basket 3x3 Putri: Membidik podium tertinggi demi mewujudkan ambisi sapu bersih medali.
Lexyndo menegaskan bahwa menyapu bersih empat medali emas adalah misi utama kontingen Jakarta. Strategi ini diharapkan mampu memperkokoh posisi DKI Jakarta sebagai kiblat basket nasional pada gelaran PON 2028 nanti.
Persiapan Melalui Kejurda dan Pembinaan Atlet
Demi mencapai target maksimal tersebut, Perbasi DKI Jakarta telah menyusun sejumlah agenda strategis yang akan dijalankan tahun ini. Salah satu fokus utamanya adalah menggelar Kejuaraan Daerah (Kejurda) khusus untuk kategori basket 3x3.
Langkah ini diambil untuk menjaring talenta terbaik sekaligus selaras dengan instruksi DPP Perbasi pusat. Program ini juga menjadi bagian dari upaya jangka panjang agar atlet Indonesia dapat menembus kualifikasi Olimpiade di masa depan.
Berikut adalah rencana program kerja prioritas Perbasi DKI Jakarta dalam waktu dekat:
| Nama Program | Fokus Kegiatan | Tujuan Utama |
|---|---|---|
| Intercity Evergreen | Kompetisi komunitas | Menjaga ekosistem basket Jakarta |
| Kejurda 3x3 | Turnamen daerah | Seleksi atlet untuk PON 2028 |
| Fasilitas Mandiri | Pembangunan lapangan | Pusat pelatihan khusus atlet DKI |
Program-program tersebut dirancang secara sistematis agar atlet memiliki jam terbang kompetisi yang cukup sebelum terjun ke ajang nasional. Penyelenggaraan Kejurda 3x3 direncanakan segera bergulir setelah agenda Intercity Evergreen selesai dilaksanakan.
Wujudkan Fasilitas Latihan Khusus Basket
Selain fokus pada kompetisi, Perbasi DKI Jakarta juga memiliki impian besar untuk membangun lapangan basket khusus milik sendiri. Fasilitas ini diproyeksikan menjadi warisan atau legacy penting bagi pembinaan atlet muda di Jakarta.
Selama ini, para atlet masih menggunakan Gelanggang Olahraga (GOR) umum yang fungsinya harus berbagi dengan cabang olahraga lain. Hal tersebut seringkali membuat jadwal pemusatan latihan daerah (Pelatda) menjadi tidak maksimal karena keterbatasan waktu pemakaian.
Lexyndo menjelaskan bahwa saat ini pihaknya sedang dalam tahap finalisasi dan penentuan lokasi yang tepat untuk proyek tersebut. Ia berharap kehadiran lapangan khusus ini dapat memfasilitasi kebutuhan latihan yang lebih intensif bagi para pebasket di seluruh Jakarta.
Dengan adanya fasilitas yang mumpuni, Perbasi DKI yakin kualitas pemain akan meningkat secara signifikan. Dukungan infrastruktur mandiri dianggap sebagai kunci keberhasilan jangka panjang untuk mempertahankan dominasi basket Jakarta di kancah nasional.