Kabar mengecewakan datang dari panggung sepak bola dunia bagi para pendukung tim asal Asia. Langkah seluruh wakil dari Benua Kuning dipastikan terhenti sepenuhnya di turnamen Piala Dunia 2026.
Kegagalan ini dipastikan setelah dua tim terakhir, Jepang dan Australia, harus angkat kaki pada babak 32 besar. Kondisi ini mencatatkan sejarah kelam karena untuk pertama kalinya dalam dua dekade terakhir, tidak ada satu pun wakil Asia di babak 16 besar.
Catatan Perjalanan Sembilan Tim Asia
Pada edisi kali ini, Asia sebenarnya mengirimkan delegasi yang cukup banyak dengan total sembilan tim nasional. Skuad yang berlaga terdiri dari Jepang, Australia, Korea Selatan, Arab Saudi, Iran, Irak, Qatar, serta dua tim debutan yaitu Yordania dan Uzbekistan.
Awal perjalanan mereka sempat memberikan harapan besar bagi publik sepak bola Asia. Dua negara debutan, Uzbekistan dan Yordania, bahkan mampu tampil impresif dan tidak terkalahkan pada pekan-pekan awal fase grup.
Namun seiring ketatnya kompetisi, performa mayoritas tim Asia mulai menunjukkan penurunan drastis. Satu demi satu negara mulai bertumbangan dan gagal bersaing di grup masing-masing.
Daftar negara yang terhenti di posisi buncit klasemen grup :
- Qatar: Tuan rumah edisi sebelumnya ini harus puas menempati posisi juru kunci Grup B.
- Arab Saudi: Gagal mengulang kejutan dan terbenam di dasar klasemen Grup H.
- Irak: Tidak mampu meraih poin maksimal dan menjadi juru kunci di Grup I.
- Yordania: Tim debutan yang akhirnya harus menyerah di posisi terbawah Grup J.
- Uzbekistan: Menutup petualangan pertama mereka sebagai peringkat terakhir di Grup K.
Penjelasan di atas menunjukkan betapa sulitnya persaingan bagi tim-tim Asia menghadapi dominasi negara dari benua lain. Selain lima tim tersebut, Korea Selatan dan Iran juga gagal melaju karena tidak mampu mengamankan posisi dalam klasemen tim peringkat ketiga terbaik.
Kegagalan di Babak 32 Besar
Harapan publik Asia sempat bertumpu pada Jepang dan Australia yang berhasil menembus babak 32 besar. Perlu diingat bahwa Piala Dunia 2026 menerapkan format baru dengan total 48 peserta, sehingga fase gugur dimulai dari babak 32 besar.
Sayangnya, langkah Jepang harus terhenti setelah ditaklukkan oleh raksasa sepak bola Amerika Selatan, Brasil. Tim Samurai Biru terpaksa menyerah dengan skor tipis 1-2 dalam pertandingan yang sangat kompetitif.
Di sisi lain, Australia juga mengalami nasib serupa saat menghadapi wakil Afrika, Mesir. Pertandingan berlangsung sengit hingga skor imbang 1-1 bertahan sampai waktu normal berakhir.
Pemenang laga Australia melawan Mesir akhirnya harus ditentukan melalui drama adu penalti. Skuad The Socceroos dipaksa mengakui keunggulan Mesir dengan skor penalti 4-2, yang sekaligus mengakhiri napas wakil Asia di turnamen ini.
Pencapaian Terburuk dalam Dua Dekade
Absennya wakil Asia di babak 16 besar merupakan fenomena yang jarang terjadi dalam sejarah modern Piala Dunia. Terakhir kali Benua Asia tidak memiliki wakil di babak 16 besar adalah pada edisi tahun 2006 silam.
Setelah tahun 2006, tim-tim kuat seperti Jepang, Korea Selatan, dan Australia selalu berhasil menembus fase gugur. Pencapaian tertinggi tim Asia hingga saat ini masih dipegang oleh Korea Selatan yang berhasil menduduki peringkat keempat pada tahun 2002.
Ringkasan posisi akhir klasemen fase grup tim-tim Asia :
| Negara | Grup | Posisi Akhir | Poin |
|---|---|---|---|
| Korea Selatan | Grup A | Peringkat 3 | 3 Poin |
| Qatar | Grup B | Peringkat 4 | 1 Poin |
| Australia | Grup D | Peringkat 2 | 4 Poin |
| Jepang | Grup F | Peringkat 2 | 5 Poin |
| Iran | Grup G | Peringkat 3 | 3 Poin |
| Arab Saudi | Grup H | Peringkat 4 | 2 Poin |
| Irak | Grup I | Peringkat 4 | 0 Poin |
| Yordania | Grup J | Peringkat 4 | 0 Poin |
| Uzbekistan | Grup K | Peringkat 4 | 0 Poin |
Tabel di atas memperlihatkan statistik poin yang diraih oleh masing-masing perwakilan Asia selama fase penyisihan grup berlangsung. Data tersebut menegaskan bahwa hanya Jepang dan Australia yang memiliki poin cukup untuk lolos ke fase awal babak gugur.
Dengan gugurnya seluruh wakil tersebut, babak 16 besar Piala Dunia 2026 kini hanya akan menyajikan persaingan antar tim dari Eropa, Amerika, dan Afrika. Penggemar sepak bola di Asia kini hanya bisa menjadi penonton tanpa ada tim dari benua sendiri yang didukung.
Kegagalan ini tentu menjadi bahan evaluasi besar bagi konfederasi sepak bola Asia (AFC) untuk meningkatkan daya saing tim-timnya. Meski kuota tim bertambah banyak, kualitas permainan tetap menjadi kunci utama untuk melangkah jauh di kompetisi paling bergengsi di dunia ini.