Pemain sayap muda andalan Persija Jakarta, Arlyansyah Abdulmanan, menyatakan kesiapan mental dan fisiknya untuk memperebutkan posisi di skuad utama Macan Kemayoran. Komitmen kuat ini ia sampaikan menjelang bergulirnya kompetisi Super League musim 2026-2027 yang membawa tantangan baru bagi pemain muda.
Arlyansyah menegaskan bahwa dirinya tetap optimis meski operator kompetisi telah menghapus regulasi wajib memainkan pemain di bawah usia 23 tahun (U-23). Baginya, kesempatan untuk merumput harus didapatkan melalui kerja keras serta pembuktian performa yang konsisten di atas lapangan hijau.
"Saya masih percaya diri bakal bisa bersaing dengan pemain-pemain Persija yang lainnya," ujar Arlyansyah saat memberikan keterangan kepada media di Jakarta pada Senin, 22 Juni 2026. Ia meyakini bahwa kualitas individu akan menjadi penentu utama dalam pemilihan pemain oleh tim pelatih.
Transformasi Aturan Pemain Muda di Liga 1
Keyakinan Arlyansyah ini muncul merespons langkah operator liga yang secara resmi mencabut kewajiban klub untuk menurunkan pemain muda dalam setiap pertandingan. Pada musim-musim sebelumnya, setiap klub peserta diwajibkan mendaftarkan setidaknya lima pemain kategori U-23 di dalam skuad mereka.
Tidak hanya sekadar pendaftaran, aturan lama mengharuskan setiap tim memainkan minimal satu pemain muda sebagai starter atau sejak menit pertama. Pemain tersebut juga wajib diberikan jatah waktu bertanding di lapangan setidaknya selama satu babak penuh atau minimal 45 menit permainan.
Berikut adalah ringkasan perubahan regulasi pemain U-23 untuk kompetisi musim mendatang:
- Setiap klub masih memiliki kewajiban untuk mendaftarkan minimal lima pemain dalam kategori usia U-23.
- Kewajiban untuk menurunkan pemain U-23 sebagai starter atau minimal bermain selama 45 menit telah resmi dihapus.
- Sebagai gantinya, pihak operator akan memberikan insentif khusus bagi klub yang memberikan menit bermain terbanyak kepada pemain mudanya.
- Persaingan antara pemain muda dan pemain senior kini dilakukan secara terbuka tanpa adanya jaminan menit bermain dari regulasi.
Perubahan skema ini bertujuan agar para pemain muda dapat berkembang secara alami dan mendapatkan jam terbang berdasarkan kelayakan teknis. Dengan adanya sistem insentif, klub tetap didorong untuk mempromosikan talenta muda tanpa merasa terbebani oleh aturan yang kaku.
Mentalitas Tangguh Menghadapi Persaingan Internal
Meskipun perlindungan regulasi tersebut sudah tidak ada lagi, Arlyansyah tidak melihat hal itu sebagai sebuah hambatan besar bagi kariernya. Pemain yang saat ini berusia 20 tahun tersebut justru merasa tertantang untuk meningkatkan level permainannya agar setara dengan para senior.
Ia menyadari bahwa persaingan di tim sekelas Persija Jakarta selalu tinggi, terutama dengan target besar yang diusung klub setiap musimnya. Arlyansyah lebih memilih untuk fokus pada pengembangan kemampuannya sendiri daripada meratapi hilangnya aturan yang menguntungkan pemain seusianya.
Gelandang lincah ini secara tegas menyatakan bahwa dirinya tidak memiliki rasa gentar sedikit pun untuk bersaing memperebutkan posisi utama di lini serang. "Saya enggak takut bersaing meski tanpa aturan itu," tutur Arlyansyah dengan penuh keyakinan di hadapan para awak media.
Sikap profesional yang ditunjukkan oleh Arlyansyah ini menjadi sinyal positif bagi masa depan Persija Jakarta di bawah arahan pelatih Shin Tae-yong. Sang pelatih sebelumnya memang berjanji akan membawa Macan Kemayoran tampil dengan daya juang tinggi demi memuaskan harapan para pendukung setia, The Jakmania.
Strategi total football yang direncanakan oleh tim pelatih menuntut setiap pemain, termasuk pemain muda, untuk memiliki stamina dan kecerdasan taktik yang mumpuni. Dengan mentalitas yang kuat, Arlyansyah Abdulmanan siap membuktikan bahwa talenta muda Indonesia mampu berbicara banyak meski tanpa bantuan regulasi khusus.