Atlet muda asal Papua, Kresensia Mobok Ndiken, baru saja mencatatkan pencapaian gemilang dalam ajang The ICTSI Philippine Athletics Championship 2026. Ia sukses memecahkan rekor nasional (Rekornas) U-20 untuk nomor lempar lembing putri yang telah bertahan selama 17 tahun.
Kresensia berhasil membukukan lemparan sejauh 44,72 meter pada hari pertama kompetisi internasional tersebut. Angka ini secara signifikan melampaui rekor sebelumnya milik Ayu Ariandani yang tercatat sejauh 43,20 meter sejak tahun 2009 silam.
Profil Kresensia: Bakat Alam yang Terarah
Kresensia merupakan atlet asal Merauke yang mewarisi darah juara dari ayahnya, Timotius Sokai Ndiken. Timotius sendiri dikenal sebagai legenda atletik nasional yang pernah meraih medali emas serta memecahkan rekor Dasa Lomba pada SEA Games 1993.
Prestasi di Filipina ini semakin memperpanjang daftar kesuksesan Kresensia sepanjang tahun 2026. Sebelumnya, ia telah mengantongi medali perunggu di Singapore Open serta medali emas di ajang Jatim Open dengan tren jarak lemparan yang terus meningkat.
Ketua Umum PB PASI, Luhut Binsar Pandjaitan, memberikan apresiasi tinggi terhadap pencapaian atlet binaan Papua Athletics Center (PAC) tersebut. Ia menilai prestasi ini menjadi bukti bahwa bakat besar dari Papua dapat berkembang pesat jika dibina secara sistematis.
Luhut juga menekankan pentingnya kolaborasi pembinaan yang dilakukan bersama PT Freeport Indonesia melalui program PAC. Sinergi ini dianggap sebagai fondasi utama dalam mencetak atlet-atlet atletik masa depan yang mampu bersaing di level internasional.
Dominasi Atlet Papua di Kancah Internasional
Selain Kresensia, tim atletik PAC yang mengirimkan tujuh perwakilannya ke Filipina berhasil membawa pulang total empat medali. Prestasi ini menunjukkan kualitas program pelatihan desentralisasi yang dijalankan di Bumi Cendrawasih.
Berikut adalah rincian perolehan medali yang diraih oleh skuad PAC di Filipina:
| Nama Atlet | Nomor Pertandingan | Capaian/Medali |
|---|---|---|
| Kresensia Mobok Ndiken | Lempar Lembing Putri U-20 | Emas (Rekornas) |
| Elizabeth Martha P. Baminggen | Tolak Peluru Senior Putri | Emas (13,24 m) |
| Kristostomus Kaize | Lempar Lembing Putra U-18 | Emas (65,72 m) |
| Silfanus Ndiken | Lempar Lembing Senior Putra | Perunggu (67,81 m) |
Keberhasilan para atlet tersebut menunjukkan dominasi bakat Papua dalam nomor-nomor lempar dan tolak. Perolehan medali ini diharapkan menjadi motivasi bagi atlet muda lainnya untuk terus berkembang.
Pentingnya Jam Terbang dan Mental Bertanding
Beberapa atlet muda lain seperti Demianus Yenjau, Imanuel Yewen, dan Mandala Putra Rumaikewi juga turut berpartisipasi guna menambah pengalaman kompetisi. Meski belum membawa pulang medali, mereka berhasil menembus posisi sepuluh besar di nomornya masing-masing.
Direktur & EVP Sustainable Development PT Freeport Indonesia, Claus Wamafma, menegaskan bahwa kejuaraan internasional sangat penting bagi atlet. Ajang seperti ini menjadi tempat terbaik untuk menguji mental bertanding serta mengevaluasi hasil latihan harian.
Claus memastikan bahwa PT Freeport Indonesia bersama PB PASI akan terus berkomitmen menjaga ekosistem olahraga ini tetap berjalan lancar. Tujuannya agar talenta Papua tidak hanya menjadi penerus warisan masa lalu, tetapi juga menjadi tulang punggung prestasi olahraga nasional di masa depan.