Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (PB POBSI), Hary Tanoesoedibjo, secara resmi mengajukan permohonan kepada Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir.
Permintaan tersebut berkaitan dengan perlunya penerbitan regulasi ketat mengenai prosedur pembukaan rumah biliar di berbagai wilayah Indonesia agar lebih terorganisir.
Hary Tanoesoedibjo menekankan bahwa setiap pemilik rumah biliar di masa mendatang wajib memiliki surat rekomendasi resmi dari POBSI sebelum beroperasi.
Usulan ini disampaikan langsung kepada Erick Thohir di tengah momen konferensi pers turnamen Predator-PBC Indonesian International Open 2026 yang berlangsung di MNC Conference Hall, iNews Tower, Jakarta, Kamis (4/6/2026).
Langkah strategis ini diambil guna memproteksi keberlangsungan industri olahraga biliar nasional yang dinilai mulai menghadapi tantangan serius dari sisi kualitas.
Menurut Hary, saat ini muncul tren persaingan harga yang tidak sehat di lapangan yang dapat merugikan perkembangan olahraga biliar itu sendiri.
Pernyataan Hary Tanoesoedibjo mengenai usulan regulasi biliar kepada Menpora:
- Hary mengungkapkan bahwa meskipun olahraga biliar saat ini sedang berkembang, pertumbuhannya memerlukan percepatan yang lebih terukur.
- Ia meminta bantuan kepada Erick Thohir agar proses perizinan usaha biliar mensyaratkan adanya rekomendasi formal dari induk organisasi POBSI.
Hary Tanoesoedibjo menjelaskan bahwa keterlibatan POBSI dalam sistem perizinan bertujuan utama untuk menegakkan standarisasi di seluruh rumah biliar tanah air.
Ia menaruh kekhawatiran besar bahwa tanpa adanya mekanisme kontrol yang jelas, ekosistem bisnis biliar yang sudah dibangun akan mengalami penurunan nilai atau degradasi.
Menghindari Perang Tarif dan Penurunan Kualitas
Salah satu isu krusial yang menjadi perhatian PB POBSI saat ini adalah maraknya fenomena banting harga atau perang tarif antar pengusaha biliar.
Hary Tanoesoedibjo menilai praktik tersebut sangat berbahaya karena berdampak langsung pada penurunan kualitas layanan kepada masyarakat luas.
Alasan pentingnya standarisasi rumah biliar melalui rekomendasi POBSI:
- Rekomendasi berfungsi sebagai panduan agar para pengelola biliar mematuhi aturan standar fasilitas dan operasional yang telah ditetapkan.
- Adanya kontrol harga akan mencegah persaingan tidak sehat yang seringkali mengorbankan kenyamanan pelanggan dan pemeliharaan alat.
- Standarisasi yang konsisten akan menjaga citra olahraga biliar sebagai kegiatan yang profesional dan berkelas di mata publik.
- Sistem ini memastikan bahwa pertumbuhan jumlah rumah biliar diikuti dengan peningkatan kualitas atlet dan fasilitas latihan.
Hary menegaskan bahwa jika tarif biliar ditekan terlalu rendah akibat persaingan yang liar, maka pendapatan pengelola akan berkurang secara drastis.
Kondisi keuangan yang sulit tersebut pada akhirnya membuat pihak pengelola tidak mampu memberikan pelayanan prima atau service quality yang layak bagi para pecinta biliar.
Turnamen Predator-PBC Indonesian International Open 2026 sendiri direncanakan bakal digelar secara meriah pada bulan Juli mendatang sebagai wadah unjuk gigi para pebiliar.
Melalui ajang internasional ini, Hary berharap motivasi para atlet Indonesia semakin meningkat untuk meraih prestasi di kancah dunia.
Dalam kesempatan yang sama, Menpora Erick Thohir diharapkan dapat memberikan respon positif terhadap gagasan standarisasi industri olahraga biliar ini.
Kehadiran regulasi yang kuat di bawah payung hukum kementerian dianggap sebagai kunci untuk menjadikan biliar sebagai industri olahraga yang mandiri dan kompetitif.
Informasi terkait perkembangan industri biliar di Indonesia:
| Aspek Perkembangan | Tujuan Regulasi Baru |
|---|---|
| Perizinan Usaha | Wajib mengantongi rekomendasi resmi dari PB POBSI sebelum operasional. |
| Persaingan Tarif | Mencegah praktik banting harga yang merusak standar layanan industri. |
| Kualitas Fasilitas | Memastikan sarana dan prasarana biliar memenuhi standar internasional. |
| Ekosistem Bisnis | Menjaga keberlangsungan investasi jangka panjang bagi para pengusaha. |
Data di atas menunjukkan poin-poin krusial yang diharapkan dapat segera diatur guna meningkatkan martabat olahraga biliar di Indonesia.
Dengan adanya standar yang seragam, diharapkan rumah biliar tidak hanya menjadi tempat hiburan, tetapi juga kawah candradimuka bagi lahirnya atlet berbakat nasional.
Hary Tanoesoedibjo menutup penjelasannya dengan menyatakan bahwa POBSI berkomitmen penuh untuk terus mendampingi para pelaku usaha di sektor ini.
Semua langkah ini dilakukan semata-mata demi memajukan prestasi olahraga Indonesia dan memastikan industri olahraga biliar tumbuh secara sehat serta berkelanjutan.