Hasil Honda Racing Indonesia di Mandalika Festival of Speed 2026, Podium Terbaru Banyak Dicari

Hasil Honda Racing Indonesia di Mandalika Festival of Speed 2026, Podium Terbaru Banyak Dicari

Tim Honda Racing Indonesia (HRI) baru saja menyelesaikan rangkaian balapan pada seri perdana ajang Mandalika Festival of Speed (MFoS) 2026. Ketiga pebalap andalan mereka menunjukkan performa yang kompetitif di sirkuit kebanggaan Indonesia tersebut.

Ajang Mandalika Festival of Speed 2026 ini menjadi panggung pembuka bagi Alvin Bahar, Avila Bahar, dan Andri Abirezky di musim balap tahun ini. Persaingan sengit pun langsung tersaji sejak babak kualifikasi dimulai.

Dominasi Avila Bahar di Kelas ITCR 1200

Avila Bahar yang berlaga di kelas ITCR 1200 cc langsung tampil menggebrak dengan mengamankan posisi pole position. Keberhasilan ini menjadi modal penting baginya untuk menghadapi balapan utama pada Minggu (14/6/2026).

Pada putaran kedua Kejurnas ITCR 1200 tersebut, Avila harus berhadapan dengan total 33 mobil pebalap lainnya. Jumlah peserta yang masif ini menjadikan kelas tersebut sebagai kategori dengan tingkat persaingan paling tinggi.

Sementara itu, rekan satu timnya, Andri Abirezky, harus memulai balapan dari urutan kelima. Posisi start ini didapat setelah Andri terkena penalti track limit saat sesi kualifikasi berlangsung.

Keduanya mengandalkan Honda Brio RS untuk melibas lintasan Sirkuit Mandalika yang menantang. Kelas ITCR 1200 dikenal sebagai salah satu yang terberat karena rapatnya jarak antarpebalap selama perlombaan.

Sesaat setelah bendera start dikibarkan, Avila Bahar langsung melesat dan memimpin jauh di depan. Namun, kekacauan terjadi di rombongan belakang yang melibatkan beberapa pebalap sekaligus.

Insiden tersebut memaksa safety car keluar untuk mengamankan kondisi lintasan. Balapan di kelas ini berjalan sangat menegangkan dengan banyaknya aksi senggolan hingga tabrakan antarpeserta.

Beberapa mobil bahkan dilaporkan terlempar keluar lintasan akibat kontak fisik yang cukup keras. Di tengah kekacauan tersebut, Avila dan Andri berhasil menjaga fokus serta konsistensi mereka sepanjang lomba.

Avila Bahar akhirnya sukses menyentuh garis finis pertama dengan catatan waktu 26 menit 28,852 detik. Ia dibuntuti oleh Amato dan Romy T yang masing-masing menempati posisi kedua dan ketiga.

Nasib berbeda dialami pebalap asal Malaysia, Putera Adamm, yang sejatinya finis di posisi keempat. Ia dijatuhi penalti 5 detik oleh pengawas perlombaan karena dianggap melakukan pelanggaran.

Hukuman tersebut memberikan keuntungan bagi pebalap Honda Racing Indonesia, Andri Abirezky. Andri yang semula finis di urutan kelima secara otomatis naik ke posisi keempat menggeser Putera.

Perjuangan Alvin Bahar di Kelas ISTCR 3600

Kejayaan Honda Racing Indonesia berlanjut di kelas ISTCR 3600 Seeded A melalui aksi pebalap senior Alvin Bahar. Alvin turun ke lintasan dengan mengendarai mobil andalannya, Honda Civic Type R FL5 berkapasitas 2000cc Turbo.

Sayangnya, perjalanan Alvin tidak sepenuhnya mulus karena terkendala masalah ban sejak sesi kualifikasi. Hal ini membuatnya harus puas memulai balapan dari posisi kedua, di belakang Apip Ginanjar.

Meskipun start dari urutan kedua, kecerdikan Alvin Bahar terlihat jelas sejak awal balapan dimulai. Hanya dalam waktu setengah putaran pertama, ia berhasil mengecoh Apip Ginanjar di trek lurus.

Aksi menyalip yang brilian tersebut membawa Alvin memimpin jalannya lomba hingga memasuki pertengahan balapan. Namun, kendala ban kembali menghantui performa mobil Honda Civic Type R miliknya.

Kondisi ban yang semakin menurun membuat mobil Alvin terasa berat untuk dipacu saat memasuki tiga lap terakhir. Momen ini dimanfaatkan dengan baik oleh Apip Ginanjar untuk merebut kembali posisi terdepan.

Meski mengalami kendala teknis yang cukup serius, Alvin Bahar menolak untuk menyerah begitu saja. Ia terus memacu mobilnya sekuat tenaga hingga akhirnya berhasil mengamankan podium kedua sebagai runner up.

Evaluasi dan Rencana Tim ke Depan

Alvin Bahar, yang juga menjabat sebagai Director Tim Honda Racing Indonesia, memberikan penilaian atas hasil keseluruhan timnya. Ia mengaku cukup puas dengan progres yang ditunjukkan oleh Avila Bahar.

Avila dinilai sukses melakukan peningkatan signifikan dari putaran pertama ke putaran kedua. Jika sebelumnya ia berada di posisi kedua, kini ia berhasil naik ke podium tertinggi sebagai juara.

Berikut adalah rangkuman hasil pebalap Honda Racing Indonesia pada seri kali ini:

  • Avila Bahar (ITCR 1200): Meraih posisi pertama setelah memulai balapan dari pole position.
  • Andri Abirezky (ITCR 1200): Menempati posisi keempat setelah adanya penalti yang diterima pebalap lain.
  • Alvin Bahar (ISTCR 3600): Finis di posisi kedua setelah sempat memimpin jalannya perlombaan.

Penjelasan di atas menunjukkan dinamika performa para pebalap HRI yang mengalami pasang surut di setiap putarannya. Alvin sendiri sebelumnya sempat meraih kemenangan dan fastest lap pada putaran pertama.

Meskipun posisi pribadinya menurun ke urutan kedua, Alvin menganggap pencapaian tim secara kolektif sudah berada di jalur yang benar. Ia menekankan pentingnya melakukan evaluasi teknis pada kendaraan mereka.

Alvin menjelaskan bahwa fokus utama tim saat ini adalah melakukan pengaturan ulang (set up) agar mobil lebih seimbang. Masalah suhu ban yang sangat tinggi menjadi catatan krusial yang harus segera diatasi.

Suhu ban yang berlebihan tersebut diakui Alvin membuat keseimbangan mobil menjadi terganggu di putaran-putaran akhir. Hal ini menjadi prioritas utama tim sebelum menghadapi seri selanjutnya yang dijadwalkan pada bulan Agustus.

Target perbaikan teknis yang akan dilakukan tim meliputi beberapa poin penting di bawah ini:

  • Keseimbangan Mobil: Melakukan set up ulang pada suspensi dan aerodinamika agar lebih stabil.
  • Manajemen Suhu Ban: Mencari solusi agar tyre temperature tetap terjaga meski dalam kondisi balapan panas.
  • Konsistensi Performa: Memastikan performa mobil tetap stabil dari awal hingga lap terakhir perlombaan.

Rencana perbaikan ini disusun guna menghadapi persaingan di Round 3 dan 4 mendatang. Sebagai juara nasional sebanyak 14 kali, Alvin Bahar optimis timnya bisa tampil lebih maksimal di seri berikutnya.

Artikel terkait