Gelandang Paris Saint-Germain, Joao Neves, melontarkan kritik pedas terhadap gaya permainan Arsenal di partai puncak Liga Champions 2025/2026. Menurutnya, PSG jauh lebih layak menjadi pemenang karena menunjukkan niat untuk menyerang.
PSG berhasil mempertahankan takhta juara mereka setelah menumbangkan The Gunners melalui drama adu penalti dengan skor 4-3. Sebelumnya, kedua tim bermain sama kuat 1-1 hingga babak perpanjangan waktu berakhir.
Dominasi PSG di Tengah Pertahanan Rapat Arsenal
Arsenal sebenarnya sempat unggul lebih dulu berkat gol cepat dari Kai Havertz. Namun, setelah unggul, tim asuhan Mikel Arteta tersebut dinilai lebih banyak menunggu dan bermain sangat defensif.
Strategi bertahan total ini membuat PSG mendominasi jalannya pertandingan sepanjang 120 menit. Hal ini terlihat jelas dari ketimpangan data statistik yang tercatat selama laga berlangsung.
Berikut adalah ringkasan statistik pertandingan antara PSG melawan Arsenal di final Liga Champions:
| Kategori Statistik | Paris Saint-Germain (PSG) | Arsenal |
|---|---|---|
| Penguasaan Bola | 75% | 25% |
| Total Percobaan | 21 Kali | 7 Kali |
| Tembakan Tepat Sasaran | 4 Kali | 1 Kali |
Data di atas memperlihatkan betapa dominannya Les Parisiens dalam mengendalikan permainan. Meskipun hanya memiliki satu tembakan tepat sasaran, Arsenal mampu memaksakan pertandingan hingga adu penalti.
Kritik Tajam Joao Neves terhadap Strategi Lawan
Joao Neves merasa timnya pantas keluar sebagai juara karena menjadi satu-satunya pihak yang aktif bermain bola. Ia menyindir taktik lawan yang dianggap terlalu pasif meski berada di laga sepenting final.
"Kami layak mendapatkan kemenangan ini karena hanya PSG satu-satunya tim yang benar-benar berniat bermain di lapangan," ujar Neves dalam wawancaranya bersama M6.
Pemain asal Portugal tersebut mengaku sangat bahagia dengan pencapaian timnya musim ini. Ia memuji kerja sama yang solid antara pemain, staf pelatih, hingga manajemen klub.
Kemenangan ini terasa lebih spesial bagi Neves karena atmosfer kekeluargaan yang ia rasakan di Paris. Ia merasa bangga bisa memberikan kontribusi maksimal bagi kesuksesan Les Parisiens musim ini.
PSG Masuk Jajaran Elite Eropa
Berkat keberhasilan ini, PSG resmi masuk dalam daftar elite sepuluh klub yang mampu menjuarai Liga Champions secara berturut-turut. Ini merupakan pencapaian bersejarah bagi klub raksasa asal Prancis tersebut.
PSG juga menjadi tim pertama yang meraih back-to-back gelar juara sejak Real Madrid melakukannya pada periode 2016 hingga 2018. Neves mengakui bahwa mempertahankan gelar jauh lebih sulit daripada meraihnya untuk pertama kali.
Rasa lelah yang luar biasa menyelimuti para pemain setelah melalui musim yang panjang dan melelahkan. Namun, Neves menegaskan bahwa di partai final, rasa lelah harus disingkirkan demi memberikan segalanya.
Semangat pantang menyerah itulah yang akhirnya membawa PSG kembali mengangkat trofi "Si Kuping Besar". Mereka kini membuktikan diri sebagai kekuatan yang sangat dominan di kancah sepak bola Eropa.