Kemenpora Resmi Susun Roadmap Industri Olahraga 2026, Potensi Ekonomi Besar!

Kemenpora Resmi Susun Roadmap Industri Olahraga 2026, Potensi Ekonomi Besar!

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Republik Indonesia tengah serius menyusun peta jalan atau roadmap untuk pengembangan industri olahraga nasional. Langkah strategis ini diambil sebagai upaya nyata dalam mendongkrak prestasi olahraga di kancah internasional.

Sekretaris Menpora, Gunawan Suswantoro, menjelaskan bahwa pengembangan ini sebenarnya telah berjalan selama satu tahun terakhir. Program tersebut berada di bawah koordinasi langsung Deputi Pengembangan Industri Olahraga.

Kemenpora berencana menggandeng berbagai pihak swasta dan pelaku industri untuk memperkuat ekosistem ini secara berkelanjutan. Kolaborasi ini diharapkan mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen.

Gunawan menilai Indonesia memiliki kekayaan cabang olahraga yang sangat potensial untuk dikomersialisasi. Salah satu contohnya adalah olahraga lari yang bisa diintegrasikan dengan keindahan destinasi pegunungan di berbagai wilayah Indonesia.

Selain itu, pencak silat juga dipandang sebagai aset besar yang tidak hanya terbatas pada kompetisi prestasi. Seni bela diri asli Indonesia ini memiliki peluang untuk bertransformasi menjadi bagian dari industri kreatif dan ekonomi nasional.

Penguatan Pembinaan Usia Dini dan Kerja Sama Swasta

Upaya membangun industri olahraga juga dibarengi dengan penguatan fondasi pembinaan atlet sejak usia dini. Kemenpora memfokuskan pembinaan ini mulai dari berbagai jenjang pendidikan dasar hingga menengah.

Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga, Taufik Hidayat, mengungkapkan tantangan pemerintah dalam menjangkau seluruh instansi pendidikan. Ia mengakui keterbatasan pemerintah dalam menyentuh seluruh sekolah yang tersebar di wilayah Indonesia yang luas.

Oleh karena itu, kemitraan dengan pihak swasta seperti Nestle Milo menjadi solusi untuk memperluas jangkauan pembinaan. Sinergi ini dianggap krusial dalam menciptakan jaring pembinaan yang lebih merata di berbagai daerah.

Taufik juga menekankan bahwa keberhasilan pengembangan olahraga di sekolah sangat bergantung pada kesiapan pemerintah daerah. Setiap sekolah memiliki kebutuhan yang berbeda-beda terkait sarana dan keberadaan klub olahraga.

Pemerintah berupaya memfasilitasi kebutuhan tersebut dengan memberikan dukungan yang tepat sasaran tanpa melakukan intervensi berlebihan. Melalui diskusi mendalam, Kemenpora berusaha memahami apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh para penggerak olahraga di daerah.

Indonesia Sports Summit 2026 dan Aktivitas Nasional

Sebagai implementasi dari peta jalan industri tersebut, Kemenpora akan menggelar Indonesia Sports Summit (ISS) 2026. Acara besar ini dijadwalkan berlangsung pada tanggal 11 hingga 13 September mendatang.

Rangkaian kegiatan kolaboratif antara pemerintah dan sektor swasta meliputi:

  • Penyelenggaraan pengambilan paket lomba (Race Pack Collection) Jakarta International 10K yang ditargetkan diikuti oleh 25.000 peserta.
  • Pelaksanaan aktivasi olahraga massal pada momen Car Free Day (CFD) di berbagai kota sekunder mulai Juli hingga Oktober 2026.
  • Pelaksanaan Tes Kebugaran Pelajar Nasional (TKPN) yang menyasar 100 sekolah pilihan di 10 kota di Indonesia.
  • Pertemuan lintas sektor yang melibatkan komunitas, pelaku industri, dan pemangku kepentingan untuk memperkuat ekosistem olahraga nasional.

Rangkaian program ini bertujuan untuk meningkatkan minat masyarakat dalam berolahraga secara rutin. Dengan partisipasi publik yang luas, diharapkan ekosistem olahraga nasional akan semakin mapan dan berdampak positif bagi ekonomi.

Marketing Manager Beverages & Confectionery Business Unit PT Nestle Indonesia, Alaa Shaaban, berharap inisiatif ini menjadi wadah pertemuan para pemangku kepentingan. Kolaborasi ini diharapkan menjadi katalisator bagi kemajuan industri dan prestasi olahraga di Indonesia.

Daftar kota yang akan menyelenggarakan aktivitas olahraga massal di area Car Free Day:

No Nama Kota Provinsi/Kawasan
1 Yogyakarta Daerah Istimewa Yogyakarta
2 Semarang Jawa Tengah
3 Salatiga Jawa Tengah
4 Cirebon Jawa Barat
5 Ciamis Jawa Barat
6 Bandung Barat Jawa Barat

Daftar kota di atas merupakan lokasi terpilih untuk program pemberdayaan olahraga masyarakat. Pemilihan kota-kota sekunder ini bertujuan agar semangat berolahraga dan dampak ekonomi dari industri ini tidak hanya berpusat di Jakarta.

Artikel terkait