Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI), Letjen TNI Richard Tampubolon, secara resmi melantik pengurus baru Provinsi Maluku Utara. Prosesi pelantikan ini menandai dimulainya masa bakti kepengurusan periode 2026-2030 di wilayah tersebut.
Acara pengukuhan jajaran pengurus baru ini berlangsung dengan khidmat di Gamalama Ballroom, Bela Hotel Ternate, Kota Ternate. Kehadiran tokoh-tokoh penting dalam acara ini menegaskan komitmen kuat dalam memajukan olahraga bela diri di daerah tersebut.
Berdasarkan Surat Keputusan PBTI Nomor: 14/PBTI/2026, struktur kepemimpinan Pengprov Taekwondo Maluku Utara kini telah resmi ditetapkan. Posisi Ketua Umum kini dipercayakan kepada Asadul Usud Boyratan untuk memimpin organisasi selama empat tahun ke depan.
Sementara itu, posisi Sekretaris Umum diisi oleh Handoko yang akan mendampingi dalam menjalankan roda organisasi. Keduanya diharapkan mampu membawa perubahan positif bagi perkembangan atlet lokal di Maluku Utara.
Simbol Kehormatan dan Pembukaan Turnamen
Momentum pelantikan ini juga diwarnai dengan sebuah prosesi istimewa yang menarik perhatian tamu undangan. Ketum PBTI melakukan penyematan sabuk hitam kehormatan kepada Gubernur Maluku Utara sebagai bentuk penghargaan.
Penyematan ini dilakukan dengan didampingi langsung oleh perwakilan dari Kukkiwon Internasional, Mr. Kwak Youngmin. Sesi simbolis tersebut menjadi bagian dari rangkaian upacara pembukaan turnamen bergengsi Kejuaraan Gubernur Cup North Moluccas.
Informasi Mengenai Struktur Pengurus Baru Pengprov TI Maluku Utara Masa Bakti 2026-2030 :
- Ketua Umum: Asadul Usud Boyratan
- Sekretaris Umum: Handoko
- Masa Jabatan: 2026 hingga 2030
- Landasan Hukum: Surat Keputusan PBTI Nomor: 14/PBTI/2026
Daftar di atas merujuk pada pimpinan inti yang akan bertanggung jawab penuh dalam mengembangkan potensi atlet taekwondo di wilayah Maluku Utara. Kepemimpinan baru ini diharapkan segera melakukan langkah-langkah strategis demi meningkatkan prestasi olahraga daerah.
Harapan Terhadap Sinergi Pemerintah Daerah
Dalam pidato sambutannya, Letjen TNI Richard Tampubolon menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi terhadap pemerintah daerah. Ia memuji komitmen yang ditunjukkan oleh kepemimpinan Sherly-Sarbin beserta jajaran Forkopimda Maluku Utara.
Richard menilai bahwa sinergi antara organisasi olahraga dan pemerintah merupakan fondasi utama dalam mencetak prestasi. Menurutnya, dukungan dari berbagai pihak di daerah menjadi variabel yang sangat menentukan keberhasilan pembinaan atlet.
“Saya melihat peluang cabang olahraga Taekwondo di Malut ini cukup besar karena ada kepedulian yang luar biasa dari Ibu Gubernur dan jajaran lainnya,” tutur Richard. Pernyataan ini menegaskan optimisme pusat terhadap potensi yang dimiliki oleh atlet-atlet di Bumi Moloku Kie Raha.
Melihat komposisi pengurus yang baru saja dilantik, jenderal bintang tiga ini mengaku merasa sangat percaya diri. Ia menangkap adanya visi besar dan aura penuh harapan dari Asadul Usud Boyratan beserta seluruh jajarannya.
Fokus Pembinaan Karakter Generasi Muda
Richard menekankan bahwa target utama mereka bukan hanya sekadar membawa nama Taekwondo Maluku Utara bersinar di kancah nasional. Lebih dari itu, ia memimpikan para atlet lokal mampu menembus dan bersaing di level internasional atau dunia.
Namun, Richard juga memberikan pesan mendalam bahwa esensi taekwondo tidak hanya terbatas pada pencapaian medali emas semata. Ia mengingatkan bahwa olahraga ini adalah sarana penting untuk membentuk mental dan akhlak generasi penerus bangsa.
Nilai-Nilai Utama yang Harus Ditanamkan dalam Organisasi Taekwondo Menurut Ketum PBTI :
- Rasa Hormat (Respect): Menciptakan jiwa yang saling menghargai antar sesama atlet dan pengurus.
- Kedisiplinan Tinggi: Membentuk karakter yang patuh pada aturan dan konsisten dalam berlatih.
- Semangat Juang (Fighting Spirit): Membangun mentalitas pantang menyerah dalam menghadapi setiap tantangan.
- Jiwa Korsa (Esprit de Corps): Menumbuhkan rasa persatuan dan kebersamaan di dalam organisasi.
Poin-poin nilai tersebut diharapkan menjadi landasan bagi pengurus baru dalam menjalankan program kerja mereka. Richard ingin Taekwondo Maluku Utara tumbuh menjadi organisasi yang solid, bersatu, dan tentu saja kaya akan prestasi.
Sebagai penutup, ia berharap kepemimpinan yang baru ini segera tancap gas dalam melakukan pembinaan rutin. Dengan persiapan yang matang, ia yakin kejutan-kejutan besar akan lahir dari para atlet Maluku Utara di masa depan.