Persiapan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 terus dimatangkan oleh berbagai pihak terkait. Konfederasi Nasional Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (KN Pordasi) baru saja menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Ke-2 Tahun 2026 untuk menyusun peta jalan strategis.
Rakernas ini dipimpin langsung oleh Ketua Presidium KN Pordasi, Triwatty Marciano. Agenda besar kali ini mengusung tema tentang pembaruan citra organisasi guna mendukung penuh kesuksesan PON XXII/2028 mendatang.
Acara ini melibatkan empat Federasi Nasional (FN) di bawah naungan KN Pordasi yang telah diakui sebagai anggota resmi KONI Pusat. Keempat federasi tersebut mewakili cabang olahraga pacu, equestrian, polo, hingga berkuda memanah (PBM).
Evaluasi dan Perumusan Strategi Organisasi
Triwatty Marciano menjelaskan bahwa Rakernas 2026 merupakan momen krusial untuk meninjau kembali efektivitas program kerja yang telah berjalan pada tahun sebelumnya. Ia menekankan pentingnya respons cepat organisasi terhadap dinamika olahraga berkuda saat ini.
Evaluasi ini bertujuan untuk memastikan setiap kebijakan yang diambil mampu mendukung kemajuan prestasi atlet di masa depan. Triwatty berharap Rakernas ini melahirkan program strategis yang relevan dengan visi besar organisasi.
Terdapat tiga agenda utama yang menjadi fokus pembahasan dalam pertemuan tahunan ini:
- Melakukan evaluasi menyeluruh terhadap hasil keputusan Rakernas tahun 2025.
- Membahas penataan dan penguatan struktur organisasi di lingkungan KN Pordasi.
- Menyusun skema pembinaan prestasi yang lebih terukur bagi seluruh atlet berkuda.
Hasil dari seluruh pembahasan tersebut nantinya akan disahkan secara resmi menjadi keputusan bersama. Dokumen ini akan menjadi landasan kerja bagi seluruh anggota federasi dalam menjalankan program di tahun-tahun berikutnya.
Fokus Menuju PON XXII/2028 NTT-NTB
KN Pordasi memberikan perhatian khusus pada tata kelola organisasi dan penguatan pembinaan menjelang perhelatan di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat. Selain itu, ada rencana besar untuk menyelenggarakan PON Berkuda perdana pada tahun 2027.
Triwatty mengajak seluruh Federasi Nasional untuk berperan aktif dalam memberikan masukan yang konstruktif. Partisipasi aktif ini sangat diperlukan agar setiap keputusan yang diambil benar-benar menjawab tantangan di lapangan.
Pihak pengelola organisasi menekankan beberapa poin penting bagi seluruh pengurus di tingkat daerah:
- Wajib melakukan koordinasi intensif dengan masing-masing Federasi Nasional (FN).
- Mematuhi mekanisme pembinaan atlet yang telah ditetapkan secara baku.
- Memenuhi standar kualifikasi untuk bisa berpartisipasi dalam ajang PON XXII.
- Menjaga kualitas kompetisi agar atlet yang dikirim memiliki daya saing tinggi.
Kebijakan ketat ini diterapkan semata-mata untuk menjaga standar pembinaan nasional. Hal ini diharapkan mampu menjamin kualitas pertandingan dan memastikan kesiapan fisik maupun mental para atlet.
Optimisme Meraih Prestasi Besar
Koordinator Staf Ahli KN Pordasi, Thony Saut Situmorang, turut memberikan semangat kepada seluruh pemangku kepentingan. Ia mengajak semua pihak untuk tetap optimistis dalam membangun ekosistem prestasi olahraga berkuda di tanah air.
Menurut Thony, keberhasilan besar hanya bisa diraih melalui strategi yang tepat dan fokus yang konsisten pada pembinaan. Ia meyakini bahwa olahraga merupakan salah satu instrumen penting untuk menghadirkan kebanggaan bagi bangsa Indonesia.
Berikut adalah ringkasan pembagian tugas federasi di bawah KN Pordasi:
| Federasi Nasional (FN) | Fokus Cabang Olahraga |
|---|---|
| FN Pordasi Pacu | Balapan kuda tradisional dan profesional. |
| FN Pordasi Equestrian | Ketangkasan berkuda, termasuk tunggang serasi dan lompat rintangan. |
| FN Pordasi Polo | Olahraga beregu yang memadukan berkuda dengan permainan bola. |
| FN Pordasi Berkuda Memanah | Seni bela diri memanah yang dilakukan di atas punggung kuda. |
Tabel di atas merangkum pembagian fokus disiplin berkuda yang dikoordinasikan oleh KN Pordasi. Dengan struktur yang jelas ini, diharapkan proses kualifikasi menuju PON 2028 dapat berjalan lebih profesional dan transparan.