Legenda sepak bola Prancis, Christophe Dugarry, memberikan komentar pedas terkait kegagalan Arsenal di final Liga Champions 2025/2026. Ia justru merasa lega karena tim berjuluk Meriam London tersebut tidak keluar sebagai juara.
Arsenal harus menelan pil pahit setelah ditumbangkan Paris Saint-Germain (PSG) lewat drama adu penalti dengan skor 3-4. Pertandingan yang digelar pada Minggu (31/5/2026) tersebut berakhir imbang 1-1 hingga babak perpanjangan waktu selesai.
The Gunners sebenarnya sempat memimpin lebih dulu melalui gol Kai Havertz pada awal babak pertama. Namun, setelah unggul, anak asuh Mikel Arteta justru menerapkan strategi bertahan total guna mengamankan skor.
Strategi defensif tersebut akhirnya runtuh setelah pemain Arsenal, Cristhian Mosquera, melakukan pelanggaran terhadap Khvicha Kvaratskhelia di kotak terlarang. Ousmane Dembele yang menjadi algojo penalti sukses menyamakan kedudukan untuk PSG.
Statistik Menunjukkan Dominasi Total PSG
Data statistik menunjukkan perbedaan mencolok antara kedua tim dalam hal agresivitas serangan selama 120 menit jalannya laga. Arsenal terlihat sangat pasif dan lebih banyak menunggu serangan di area pertahanan sendiri.
Berikut adalah ringkasan statistik pertandingan antara PSG melawan Arsenal di final:
| Kategori Statistik | Paris Saint-Germain (PSG) | Arsenal |
|---|---|---|
| Penguasaan Bola | 72% | 28% |
| Total Tembakan | 19 | 5 |
| Tembakan Tepat Sasaran | 4 | 1 |
| Skor Akhir (Adu Penalti) | 1 (4) | 1 (3) |
Dominasi penguasaan bola PSG yang mencapai 72 persen membuktikan betapa sulitnya Arsenal keluar dari tekanan. Tim asal London itu tercatat hanya mampu melepaskan satu tembakan tepat sasaran sepanjang pertandingan.
Kritikan Tajam Christophe Dugarry
Christophe Dugarry menilai gaya main yang ditunjukkan Arsenal sangat negatif dan tidak layak mendapatkan trofi bergengsi tersebut. Ia menyayangkan sikap Arsenal yang dianggap hanya berniat mengulur waktu sejak awal laga.
Dugarry menegaskan bahwa juara Piala Dunia 1998 itu merasa muak melihat cara Arsenal membuang-buang bola. Menurutnya, Meriam London sama sekali tidak menunjukkan usaha untuk menciptakan peluang tambahan setelah unggul satu gol.
"Niat Arsenal sudah jelas sejak awal. Mereka tidak melakukan apa pun untuk menciptakan peluang dan terus mengulur waktu secara sistematis," ujar Dugarry kepada RMC Sports.
Ia bahkan menyebut kemenangan Arsenal akan menjadi sebuah skandal besar bagi dunia sepak bola. Bagi Dugarry, sebuah tim besar dengan sejarah panjang seperti Arsenal tidak seharusnya bermain dengan cara seperti itu.
Pria asal Prancis ini menutup komentarnya dengan menyatakan bahwa Arsenal harus berani bermain menyerang jika ingin juara di masa depan. Ia merasa sepak bola akan dirugikan jika tim yang minim usaha seperti itu berhasil menjadi raja Eropa.