Kylian Mbappe mendadak menjadi sasaran kemarahan publik dalam sebuah perayaan tradisional di Paraguay. Kapten Timnas Prancis tersebut diperlakukan layaknya "musuh rakyat" oleh warga setempat setelah gelaran pertandingan di Piala Dunia 2026.
Dalam Festival San Juan yang meriah, sebuah boneka yang merepresentasikan sosok Mbappe dibakar di hadapan kerumunan orang. Aksi ini menjadi tontonan publik yang menggambarkan kekecewaan mendalam masyarakat Paraguay terhadap bintang Real Madrid tersebut.
Penyebab Mbappe Jadi Sasaran Kemarahan
Sentimen negatif ini berawal dari tersingkirnya Timnas Paraguay di babak 16 besar Piala Dunia 2026. Skuad berjuluk La Albirroja itu harus angkat koper setelah kalah tipis 1-0 dari Prancis lewat gol penalti Mbappe.
Namun, bukan hanya kekalahan yang memicu amarah warga, melainkan perilaku Mbappe di atas lapangan. Ia dinilai menunjukkan sikap provokatif dan tidak simpatik sepanjang pertandingan berlangsung.
Pemain berusia 27 tahun itu dilaporkan menolak berjabat tangan dengan penjaga gawang Paraguay, Orlando Gill. Selain itu, Mbappe juga melontarkan kritik pedas terhadap gaya permainan Paraguay yang ia sebut sebagai permainan "kotor".
Kondisi semakin memanas akibat perseteruan antara Mbappe dengan Senator Paraguay, Celeste Amarilla. Sang senator sebelumnya melontarkan komentar rasis yang ditujukan kepada para pemain Les Bleus.
Komentar tersebut tidak tinggal diam dan langsung memicu reaksi keras dari berbagai pihak. Mulai dari Mbappe sendiri, pihak klub Real Madrid, hingga Pemerintah Prancis melayangkan protes resmi atas pernyataan rasis tersebut.
Tradisi Judas Kai dalam Festival San Juan
Kekesalan warga Paraguay yang sudah memuncak akhirnya diluapkan melalui tradisi unik bernama Judas Kai. Tradisi ini merupakan bagian dari Festival San Juan yang rutin dirayakan oleh masyarakat negara tersebut.
Beberapa fakta menarik mengenai tradisi pembakaran boneka ini di antaranya adalah:
- Kegiatan ini bertujuan untuk menghukum sosok yang dianggap paling dibenci atau tidak populer oleh masyarakat.
- Tradisi ini memadukan unsur cerita rakyat, komedi satir, hingga kritik sosial yang tajam terhadap isu yang sedang hangat.
- Selain tokoh olahraga, sasaran pembakaran di tahun-tahun sebelumnya mencakup penyanyi internasional seperti Doja Cat hingga para politisi lokal.
- Nama "Judas Kai" secara harfiah berarti pembakaran Yudas, yang melambangkan pengkhianatan atau sosok yang tidak diinginkan.
Tahun ini, nama Mbappe terpilih sebagai karakter yang harus menerima "hukuman" simbolis tersebut. Hal ini membuktikan betapa besarnya pengaruh ketegangan di lapangan hijau terhadap emosi masyarakat luas.
Viralnya Video Pembakaran Boneka Mbappe
Momen pembakaran boneka bertuliskan nama Mbappe tersebut terekam dengan jelas dan kini telah menjadi viral di berbagai platform media sosial. Video tersebut memperlihatkan antusiasme penonton saat eksekusi simbolis dilakukan.
Dalam potongan klip yang beredar, tampak sebuah boneka dengan label "Mbappe" yang tergantung tinggi di antara dua tiang. Seorang pria kemudian mendekat dan menyulutkan obor ke arah boneka tersebut.
Seketika itu juga, api melahap boneka Mbappe yang kemudian diikuti oleh ledakan petasan dan kembang api dari dalamnya. Sorak-sorai penonton pecah mengiringi momen hancurnya boneka yang dianggap sebagai representasi sang pemain.
Meskipun penuh dengan kontroversi, aksi ini dianggap oleh warga setempat sebagai cara untuk melepaskan rasa frustrasi. Hal ini menjadi catatan tersendiri dalam sejarah rivalitas antara kedua negara di ajang sepak bola dunia.
Berikut adalah rangkuman klasemen babak grup yang melibatkan Timnas Paraguay dan Prancis di ajang Piala Dunia 2026:
| Grup | Negara | Main | Menang | Seri | Kalah | Poin |
|---|---|---|---|---|---|---|
| Grup D | United States | 3 | 2 | 0 | 1 | 6 |
| Grup D | Australia | 3 | 1 | 1 | 1 | 4 |
| Grup D | Paraguay | 3 | 1 | 1 | 1 | 4 |
| Grup I | France | 3 | 3 | 0 | 0 | 9 |
Data di atas menunjukkan posisi akhir kedua tim sebelum mereka bertemu di fase gugur yang penuh drama tersebut. Hingga saat ini, pihak federasi sepak bola Prancis dikabarkan masih menempuh jalur hukum terkait hinaan yang diterima Mbappe.