Matvey Safonov, penjaga gawang Paris Saint-Germain (PSG), menjalani laga final Liga Champions yang tergolong unik. Ia berhasil membawa timnya menjadi juara tanpa harus bersusah payah melakukan satu pun penyelamatan sepanjang pertandingan.
Kemenangan PSG atas Arsenal ini memastikan gelar juara Liga Champions tetap bertahan di tangan klub asal Prancis tersebut. Pertandingan puncak ini digelar di Puskas Arena, Budapest, pada Sabtu (30/5/2026) waktu setempat.
Jalannya Pertandingan Final yang Sengit
Laga ini berlangsung sangat alot hingga harus ditentukan lewat drama adu penalti setelah skor imbang 1-1 bertahan selama 120 menit. Arsenal sebenarnya sempat unggul lebih dulu berkat gol cepat dari Kai Havertz ketika pertandingan baru berjalan lima menit.
PSG baru bisa menyamakan kedudukan pada babak kedua melalui eksekusi penalti Ousmane Dembele di menit ke-64. Skor imbang tersebut memaksa kedua tim bermain hingga babak tambahan waktu, namun tetap tidak ada gol tambahan yang tercipta.
Statistik kunci dari jalannya pertandingan antara PSG dan Arsenal:
- Skor Akhir: 1-1 (PSG menang adu penalti 4-3).
- Pencetak Gol: Kai Havertz (Arsenal, 5') dan Ousmane Dembele (PSG, 64' penalti).
- Penguasaan Bola: PSG mendominasi dengan 72%, sementara Arsenal hanya 28%.
- Total Tembakan: PSG melancarkan 19 tembakan, sedangkan Arsenal hanya melepaskan 5 tembakan.
- Penyelamatan: David Raya (Arsenal) membuat 3 saves, Matvey Safonov (PSG) mencatatkan 0 saves.
Data statistik di atas menunjukkan dominasi luar biasa Les Parisiens yang membuat kiper mereka hampir tidak mendapatkan ujian berarti dari lini serang The Gunners.
Statistik Safonov yang Minim Kerja Keras
Meskipun durasi pertandingan sangat panjang, Matvey Safonov tercatat sama sekali tidak melakukan aksi penyelamatan atau saves. Hal ini dikarenakan satu-satunya tembakan tepat sasaran milik Arsenal langsung berbuah gol di awal laga.
Setelah gol Havertz, Arsenal praktis lebih banyak bertahan dan hanya melepaskan empat tembakan tambahan yang semuanya meleset dari sasaran. Kondisi ini membuat Safonov seolah menjadi penonton di bawah mistar gawangnya sendiri.
Drama Adu Penalti di Budapest
Keberuntungan Safonov berlanjut hingga babak adu penalti, di mana ia kembali tidak perlu menepis bola untuk menang. Dua eksekutor Arsenal yang gagal mencetak gol memang tidak mengarahkan bola ke arah gawang yang dijaganya.
Tendangan Eberechi Eze melebar ke sisi kanan gawang, sementara eksekusi terakhir dari Gabriel Magalhaes melambung tinggi di atas mistar. Di sisi lain, kiper Arsenal David Raya sebenarnya sempat menepis tendangan Nuno Mendes, namun tetap gagal membawa timnya juara.
Daftar eksekutor yang gagal dalam babak adu penalti:
| Pemain | Tim | Status Eksekusi |
|---|---|---|
| Eberechi Eze | Arsenal | Tendangan Melebar ke Kanan |
| Nuno Mendes | PSG | Ditepis oleh David Raya |
| Gabriel Magalhaes | Arsenal | Tendangan Melambung Tinggi |
Kegagalan dua pemain Arsenal tersebut memastikan PSG menang dengan skor 4-3 dalam babak adu penalti. Hasil ini memberikan luka mendalam bagi tim asuhan Mikel Arteta yang lebih memilih bermain defensif setelah unggul cepat.
Bagi Matvey Safonov, medali juara Liga Champions ini menjadi catatan sejarah yang manis dalam kariernya. Kiper asal Rusia tersebut membuktikan bahwa terkadang gelar juara bisa diraih bahkan dengan statistik minim aksi di partai final.