Arsenal harus mengubur mimpi mereka untuk mengangkat trofi Liga Champions setelah takluk secara dramatis di babak adu penalti. Kekalahan ini menyisakan duka mendalam bagi sang penjaga gawang, David Raya, yang tak mampu membendung air matanya di akhir laga.
Klub asal London Utara tersebut sebenarnya berada di ambang sejarah besar pada musim ini. Setelah sukses mengunci gelar Liga Inggris, Declan Rice dan rekan-rekan berambisi mengawinkannya dengan trofi Liga Champions untuk pertama kalinya.
Jalannya Pertandingan Final yang Sengit
Pertandingan puncak melawan Paris Saint-Germain (PSG) berlangsung di Puskas Arena, Budapest, pada Minggu (31/5/2026) dini hari WIB. Arsenal sempat membuka harapan besar lewat gol cepat yang dicetak oleh Kai Havertz pada menit ke-6.
Keunggulan satu gol tersebut bertahan cukup lama dan membawa Arsenal memimpin hingga waktu istirahat. Namun, situasi mulai berbalik di babak kedua ketika tekanan dari PSG semakin gencar dilakukan ke lini pertahanan The Gunners.
Mimpi Arsenal mulai terusik saat bek Christian Mosquera melakukan pelanggaran keras terhadap Khvicha Kvaratskhelia di area terlarang. Ousmane Dembele yang maju sebagai eksekutor penalti di menit ke-63 sukses menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Sepanjang sisa waktu normal hingga babak tambahan, David Raya harus bekerja ekstra keras menahan gempuran para pemain PSG. Skor imbang tetap tidak berubah selama 120 menit sehingga pemenang harus ditentukan lewat babak tos-tosan.
Momen Haru David Raya di Babak Adu Penalti
Pada babak adu penalti, Arsenal sebenarnya memiliki peluang besar untuk keluar sebagai pemenang. Harapan itu muncul saat David Raya berhasil menepis tendangan Nuno Mendes setelah sebelumnya Eberechi Eze gagal menjalankan tugasnya.
Sangat disayangkan, bek Gabriel yang menjadi penendang kelima Arsenal gagal menyarangkan bola karena tendangannya melambung tinggi. PSG akhirnya menutup drama tersebut dengan keunggulan 4-3 dan memastikan diri sebagai juara.
Sesaat setelah laga berakhir, kamera menangkap momen emosional saat David Raya tersungkur dan menangis tersedu-sedu di lapangan. Meski beberapa rekan setimnya datang untuk memberikan dukungan, kiper asal Spanyol itu tampak sangat terpukul atas kegagalan timnya.
Statistik performa luar biasa David Raya di Liga Champions musim ini:
- Mencatatkan 9 kali clean sheet dalam 15 pertandingan yang dijalani.
- Hanya kebobolan sebanyak 5 gol di sepanjang turnamen berlangsung.
- Menjadi kandidat kuat peraih gelar penjaga gawang terbaik turnamen.
- Menampilkan performa konsisten dengan berbagai penyelamatan krusial di setiap babak.
Performa impresif Raya sepanjang musim menjadikannya salah satu pilar terpenting di bawah mistar gawang Arsenal. Kekalahan ini terasa sangat menyesakkan mengingat kontribusi besarnya yang nyaris membawa The Gunners meraih sejarah baru.
Meskipun berakhir dengan air mata, pencapaian Raya musim ini patut mendapatkan apresiasi tinggi dari para penggemar sepak bola. Kegagalan di Budapest diharapkan menjadi motivasi tambahan bagi David Raya untuk kembali lebih kuat pada kompetisi musim depan.