Diva Zahra terus menunjukkan dominasinya sebagai salah satu pembalap reli unggulan di kancah motorsport nasional sepanjang musim 2026. Pereli berbakat asal Bandung ini sebelumnya telah meraih kesuksesan signifikan dalam ajang Indonesia Drift Series (IDS).
Kini, Diva kembali membuktikan ketajamannya dengan konsisten tampil apik di lintasan pendek melalui ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Sprint Rally 2026. Prestasi terbarunya tercatat pada putaran kedua kejurnas yang berlangsung di Sirkuit POJ City, Semarang, Jawa Tengah.
Dalam balapan yang digelar pada tanggal 6 hingga 7 Juni 2026 tersebut, Diva Zahra sukses mengamankan posisi podium pertama. Ia tampil sangat dominan dan menjadi peserta tercepat setelah menyelesaikan seluruh tantangan di lintasan.
Diva berhasil membukukan catatan waktu total selama 19 menit 53 detik yang membawanya keluar sebagai pemenang utama. Hasil manis yang diraih secara beruntun ini semakin memperkuat kepercayaan dirinya untuk melangkah lebih jauh di dunia balap.
Meskipun dikenal memiliki paras yang menawan, Diva membuktikan bahwa nyalinya di balik kemudi tidak boleh dipandang sebelah mata. Ia memiliki ambisi yang jauh lebih besar untuk pengembangan karier profesionalnya di masa depan.
Pembalap muda ini berencana untuk naik kelas dan mencoba tantangan baru dalam kompetisi reli panjang atau Kejurnas Rally. Keinginannya tersebut menjadi sinyal bahwa ia siap menghadapi level kompetisi yang jauh lebih berat dan menantang.
Ambisi Baru Menuju Lintasan Reli Panjang
Diva mengungkapkan niatnya untuk mencicipi Special Stage (SS) yang memiliki karakter berbeda dengan sprint rally. Lintasan ini dikenal jauh lebih menguras fisik karena jarak tempuh serta durasi balapannya yang berkali-kali lipat lebih panjang.
Keinginan untuk berpindah ke kelas reli panjang ini ia sampaikan secara langsung kepada sang mentor, Rifat Sungkar. Rifat sendiri merupakan sosok legenda reli Indonesia yang telah banyak memberikan arahan bagi perkembangan karier Diva.
Momen diskusi antara guru dan murid ini berlangsung dalam acara Indonesia Iconic Racer yang menjadi bagian dari rangkaian IIMS Infinite Show. Acara tersebut digelar di area IIMS 2026 beberapa waktu yang lalu dan menjadi perhatian banyak pecinta otomotif.
Diva Zahra menjelaskan bahwa partisipasi penuhnya dalam Kejurnas Sprint Rally musim 2025 telah memberikan banyak pelajaran berharga. Pengalaman tersebut menjadi fondasi kuat baginya untuk berani mengambil langkah yang lebih ekstrem.
Meskipun sudah cukup mapan di lintasan pendek, Diva mengaku masih merasa penasaran dengan tingkat kesulitan di balapan reli panjang. Baginya, setiap tantangan baru adalah kesempatan untuk menguji batas kemampuan dirinya sebagai seorang atlet profesional.
Berikut adalah beberapa poin penting mengenai pencapaian dan target masa depan Diva Zahra di dunia balap nasional:
Profil dan Prestasi Diva Zahra Musim 2026:- Berhasil meraih podium pertama pada putaran kedua Kejurnas Sprint Rally 2026 di Semarang dengan catatan waktu 19 menit 53 detik.
- Memiliki latar belakang prestasi yang solid di ajang Indonesia Drift Series (IDS) sebelum fokus ke dunia reli.
- Mendapatkan bimbingan langsung dari pembalap senior dan legenda otomotif Indonesia, Rifat Sungkar.
- Menargetkan transisi karier dari kategori sprint rally menuju Kejurnas Rally yang memiliki jarak tempuh lebih jauh.
- Memanfaatkan pengalaman kompetisi penuh di musim 2025 sebagai modal teknis dan mental untuk naik kelas.
Data tersebut menggambarkan bagaimana perjalanan karier Diva Zahra yang terus menanjak berkat dedikasi dan konsistensinya di lintasan. Ambisinya untuk beralih ke reli panjang menunjukkan keseriusannya untuk menjadi pereli papan atas Indonesia.
Tantangan Fisik dan Mental di Kejurnas Rally
Beralih dari sprint rally ke reli panjang bukanlah perkara mudah bagi setiap pembalap, termasuk bagi Diva. Perbedaan durasi dan medan mengharuskan setiap kontestan memiliki stamina fisik yang jauh lebih prima dibandingkan biasanya.
Diva menyadari sepenuhnya bahwa durasi balapan yang lebih lama akan memberikan tekanan mental yang berbeda di dalam kabin mobil. Namun, rasa penasaran yang besar terhadap tantangan tersebut menjadi motivasi utamanya untuk terus maju.
Dukungan dari figur seperti Rifat Sungkar diharapkan mampu membantu Diva dalam mempersiapkan segala aspek teknis yang dibutuhkan. Persiapan yang matang sangat diperlukan agar ia bisa tetap kompetitif saat bersaing dengan para pereli senior lainnya.
Kehadiran Diva Zahra di kelas reli panjang nantinya diharapkan dapat memberikan warna baru dan inspirasi bagi pembalap wanita lainnya. Keberaniannya untuk keluar dari zona nyaman sprint rally patut mendapatkan apresiasi dari publik motorsport tanah air.
Berikut adalah ringkasan perbandingan antara kategori balap yang dijalani Diva saat ini dengan target masa depannya:
Perbandingan Sprint Rally dan Kejurnas Rally:| Kategori Balap | Karakteristik Lintasan | Fokus Utama |
|---|---|---|
| Sprint Rally | Lintasan pendek dengan durasi singkat namun intensitas tinggi. | Kecepatan murni dan ketangkasan manuver. |
| Kejurnas Rally | Lintasan panjang dengan banyak Special Stage (SS) yang melelahkan. | Ketahanan fisik, manajemen kendaraan, dan konsistensi waktu. |
Tabel di atas memperlihatkan perbedaan mendasar yang harus dihadapi oleh Diva Zahra saat memutuskan untuk naik kelas nantinya. Dengan catatan waktu yang impresif di Semarang, publik kini menantikan aksi selanjutnya dari sang pembalap di lintasan yang lebih menantang.
Perjalanan Diva Zahra merupakan bukti nyata bahwa bakat muda Indonesia terus berkembang di berbagai cabang olahraga. Fokusnya saat ini tetap menyelesaikan sisa putaran Kejurnas Sprint Rally 2026 sebelum benar-benar mewujudkan ambisi reli panjangnya.