Indonesia telah menetapkan kekuatan penuh untuk berlaga di ajang Asian Games 2026. Sebanyak 420 atlet dari 32 cabang olahraga dijadwalkan akan mewakili Tanah Air dalam kompetisi bergengsi tersebut.
Kabar ini disampaikan langsung oleh Chef de Mission (CdM) Indonesia, Todotua Pasaribu, setelah berkoordinasi dengan Menpora Erick Thohir. Pertemuan tersebut berlangsung di Kantor Kemenpora pada Rabu (1/7/2026) untuk mematangkan persiapan kontingen.
Todotua menjelaskan bahwa arahan final mengenai jumlah cabang olahraga yang akan diikuti sudah diputuskan. Berdasarkan data terbaru, tercatat ada 411 atlet yang masuk daftar, namun angka ini diprediksi akan mencapai 420 orang.
Selain para atlet, pemerintah juga menyiapkan tim ofisial yang cukup besar untuk mendukung performa di lapangan. Setidaknya terdapat 150 ofisial yang akan mendampingi seluruh cabang olahraga selama kompetisi berlangsung.
Rincian estimasi anggota kontingen Indonesia untuk Asian Games 2026:
- Jumlah cabang olahraga yang diikuti mencapai 32 cabor.
- Estimasi jumlah atlet yang dikirim mencapai 420 orang.
- Jumlah tim ofisial pendukung diperkirakan sebanyak 150 orang.
- Total keseluruhan anggota kontingen mencapai kurang lebih 600 orang.
Data tersebut menggambarkan keseriusan Indonesia dalam mempersiapkan kebutuhan teknis dan non-teknis bagi para pejuang olahraga. Pihak CdM memastikan komunikasi intensif dengan seluruh federasi cabang olahraga terus berjalan demi hasil yang maksimal.
Program Persiapan dan Pendampingan Atlet
Persiapan tidak hanya berfokus pada jumlah personel, tetapi juga pada program pelatihan di dalam negeri. Todotua menekankan pentingnya memberikan dorongan semangat dan dukungan penuh bagi atlet maupun tim ofisial.
Proses pendampingan akan dilakukan secara menyeluruh mulai dari masa persiapan di Indonesia hingga keberangkatan. Tim CdM berkomitmen mengawal setiap kebutuhan atlet secara maksimal saat mereka bertanding di lokasi perlombaan nanti.
Ajang Asian Games sendiri akan dipusatkan di Aichi-Nagoya, Jepang, pada musim gugur mendatang. Kompetisi ini dijadwalkan berlangsung mulai 19 September hingga 4 Oktober 2026.
Dukungan Finansial dan Komitmen Pemerintah
Menpora Erick Thohir menegaskan bahwa pemerintah memberikan dukungan total, terutama dalam aspek anggaran. Upaya penyisiran anggaran dilakukan guna memastikan target prestasi di ajang multievent ini tercapai dengan optimal.
Erick mengungkapkan bahwa awalnya dana pengiriman sempat berada di angka Rp30 miliar. Namun, melalui penyesuaian anggaran yang dilakukan bersama Wamenpora Taufik Hidayat, dana yang terkumpul kini mencapai Rp61 miliar.
Detail pengalokasian anggaran dan persiapan Pelatnas:
| Kategori Pendanaan | Status dan Nilai Anggaran |
|---|---|
| Dana Pengiriman Kontingen | Rp61 Miliar (Telah diserahkan ke KOI) |
| Persiapan Pelatnas | Diserahkan 100% untuk semua cabor |
| Sistem Program Pelatnas | Multi-years (Program jangka panjang) |
Dana tersebut telah diserahkan sepenuhnya kepada Komite Olimpiade Indonesia (KOI) jauh sebelum jadwal keberangkatan. Langkah ini diambil agar segala kebutuhan transportasi dan akomodasi di Jepang dapat dipesan lebih awal tanpa kendala.
Selain masalah dana, pemerintah kini mendorong agar Pelatnas dilakukan sebagai program jangka panjang atau multi-years. Kebijakan ini bertujuan agar pengembangan atlet tidak terputus di tengah jalan dan terus berkesinambungan setiap tahunnya.
Erick Thohir menambahkan bahwa Presiden juga sangat mendukung sistem pelatihan jangka panjang tersebut. Dengan persiapan yang matang dan terencana, Indonesia optimistis dapat bersaing di level tertinggi Asia.